Pojok Pantura

Bentuk Kasih Sayang, 2 Amalan Menjamin Kamu Masuk Surga Menurut Nabi Muhammad SAW

PojokPantura.Com - Semua agama diyakini memerintahkan umatnya untuk saling saling kasih dan menyayangi antar sesama. Salah satu agama yang mengedepankan kasih sayang adalah Islam. Walaupun di beberapa kesempatan, Islam dikenal sebagai agama yang keras, intoleran dan ekstrem, namun sesungguhnya Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi kasih sayang.

Sifat-sifat negative yang disematkan masyarakat non muslim sebenarnya ulah segelintir orang yang tidak benar-benar belajar secara mendalam mengenai Islam. Mereka hanya meruncingkan perbedaan, mengedepankan ego kelompok dan memprioritaskan agenda politik kelompoknya saja. Sehingga gerakan-gerakan mereka mencoreng nama Islam yang mereka seret sebagai legitimasi atas apa yang dilakukan.

Jika benar-benar belajar Islam secara komprehensif kepada guru-guru yang kredibel, maka kita semua akan menemukan betapa Islam itu agama yang penuh nilai dan ajaran kasih sayang. Nabi Muhammad sang suri tauladan terbaik pun semasa hidupnya selalu memberikan kasih sayang kepada semua orang, termasuk kepada para pembencinya.

Ada banyak sekali amalan bentuk kasih sayang yang diajarkan dalam Islam. Namun dalam tulisan ini, hanya akan membahas 2 amalan bentuk kasih sayang yang menjamin pelakunya masuk surga menurut nabi Muhammad SAW.

Sebarkanlah Salam

Salam merupakan suatu ungkapan yang melahirkan jalinan kasih sayang. Salah satu cara yang paling tepat untuk menebarkan kedamaian dan persaudaraan antar umat muslim dengan saling mendoakan. Perintah nabi Muhammad untuk menebarkan salam, tak kurang artinya ialah anjuran bagi kita untuk memperbanyak mengucapkan salam kepada setiap muslim yang kita temui. Beliau nabi pernah bersabda,

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (لا تدخلون الجنة حتى تؤمنوا، ولا تؤمنوا حتى تحابوا، أولا أدلكم على شيء إذا فعلتموه تحاببتم: أفشوا السلام بينكم) رواه مسلم
“Dari sahabat Abu Hurairah RA beliau berkata, Rasulullah SAW pernah bersabda ‘Kalian semua tidak akan masuk surga sebelum beriman. Dan kalian belum bisa sempurna imannya sebelum saling mengasihi. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mengasihi? Sebarkanlah salam diantara kalian” (HR. Muslim)

Namun di sisi lain, sebagai bentuk penghormatan dan juga kasih sayang, jika ada non muslim memulai salam, maka cukup jawab dengan Wa ‘alaikum. Jangan Wa ‘alaikum salam wa rahmatullahi wa barokatuh sebagaimana lazimnya uluk salam antar sesama muslim. Yang demikian pendapat dari Imam al-Mawardi yang dikutip Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar.

Berikanlah Makanan

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِيناً وَيَتِيماً وَأَسِيراً * إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاء وَلَا شُكُوراً (الإنسان: 8-9
“Dan mereka (Al-Abrâr, orang-orang yang taat kepada Allah) memberikan makanan karena cinta kepada Allah untuk orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (Mereka berkata) ‘Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih” (QS. Al-Insan: 8-9)

Memberikan makanan juga menjadi amaliah yang menjadi perantara untuk masuk surga. Hal tersebut nyata, kala seorang sahabat menghadap nabi dan mengemukakan pertanyaan tentang amaliah yang menjadi perantara agar dapat memasuki surga-Nya.

عن هانئ أنه لما وفد على رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: يا رسول الله، أي شيء يوجب الجنة؟ قال: (عليك بحسن الكلام وبذل الطعام) رواه الطبراني.
“Wahai rasul, apakah yang bisa menetapkan masuk surga? Nabi menjawab ‘Katakanlah perkataan yang baik, dan sedekahkanlah makanan.” (HR. Thabarâni)

Imam Al-Khatthabi mengartikan maksud hadist di atas bahwa, “Nabi Muhammad SAW menjadikan amaliah yang terbaik ialah memberikan makanan yang merupakan kebutuhan pokok badan. Lalu beliau menyatakan bahwa perkataan yang lebih baik yakni menebarkan salam, baik yang umum dan khusus, untuk orang yang tak kita kenal, atau orang yang kita kenal. Sehingga pada akhirnya bisa menjadi semata-mata keikhlasan untuk Allah. Karena salam adalah salah satu syiar islam”

Keutamaan menyedekahkan makanan akan semakin banyak kala kita memberikannya di saat yang tepat. Di saat banyak orang membutuhkannya. Sesuai firman-Nya,

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَة} (البلد: 14)
”Atau memberi makan pada hari kelaparan” (QS. Al-Balad)

Ayat di atas bisa kita amalkan sekarang, di saat banyak sekali musibah bencana alam yang melanda Indonesia. Karena pastinya para korban bencana memerlukan sedekah kita terutama makanan pokok untuk menguatkan fisik mereka agar mereka bisa menata kehidupannya kembali.

Baca Juga: Kisah Penasaran Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash Tentang Amalan Seorang Ahli Surga yang Dibicarakan Rasulullah

2 amalan bentuk kasih sayang kita kepada sesama itu nampak sederhana dan mudah dilakukan. Jika kita mau mengamalkannya, niatkan untuk ikhlas kepada Allah, mengikuti sunnah nabi Muhammad SAW dan membantu sesama. Insya Allah kita akan dijamin masuk surge sebagaimana hadist-hadist di atas.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait