Pojok Pantura

Brebes,

Ponpes As Shodiqin Banjarharjo Brebes Ajarkan Santri Memanah serta berbahasa Arab dan Inggris

Menyambangi Pondok Pesantren As Shodiqin Desa Banjarharjo, Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes terasa berada di kampong Inggris dan kampong Arab. Karena disana para santri pandai berdialog dengan bahasa tersebut dalam keseharian hidup dipondok pesantren.

Kepandaian para santri dalam berbicara bahasa arab dan inggris tersebut karena adanya pembiasaan berbicara dengan bahasa tersebut dan adana kelas akselerasi.

KH Nur Iman Ali selaku pengasuh pondok pesantren As Shodiqin menuturkan bahwa dalam belajar bahasa itu tidak perlu teori-teori yang yang njlimet, karena justru dengan adanya pembiasaan maka kemahiran dalam berbasa Arab ataupun Inggris akan langsung datang, ditambah lagi dengan adanya dorongan dari batin agar dirinya dapat berkomunikasi dengan bahasa tersebut.

KH Nur Iman Ali juga menambahkan bahwa kemampuan dalam menggunakan bahasa asing akan dapat terpatri apabila semua lingkungan mendukung, sehingga disini dalam berkomunikasi sehari-harinya santri diwajibkan maenggunakan bahasa Arab dan Inggris dengan harapan agar santri mahir dalam berbahasa tersebut.

“Awal masuk pondok selama tiga bulan,sembari mencari dan memperbanyak kosakata, santri masih ditolerir ketika masih menggunakan bahasa campuran”, tutur KH Nur Iman Ali.

Awalnya para santri setiap saat akan membawa buku dan pena untuk mencatat kosakata bahasa inggis baru yang belum diketahui untuk ditanyakan kepada teman-teman santri yang lain, dicari dalam kamus ataupun bertanya langsung kepada instrukturnya. Pondok pesantren As shodiqin ini mendapatkan instruktur langsung dari Kampung Pare, Kediri, Jawa Tengah.

“Dari kepandaian berbahasa asing, sehingga santri alumni pondok pesantren As Shodiqin banyak kemungkinan dapat diterima diberbagai bidang pekerjaan. Bahkan ada seorang santri alumni As Shodiqin yang mendapatkan beasiswa hingga mendapatkan gelar Master (S2)”, Pengasuh pesantren As Shodiqin menambahkan.

KH Nur Iman melanjutkan, SMP NU ini juga mempunyai kegiatan ekstra kurikuler memanah, berkuda, pencak silat pagar nusa dan pramuka.

Ia mengakhiri, “Disini pekan olahraga digelar setiap minggunya, yaitu pada hari ahad, anak-anak kami bebaskan untuk menekuni hobi olahraganya. ”

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait