Pojok Pantura

Pojok Pantura | PojokPantura.Com

Pojok Pantura merupakan website berita dan informasi terkini seputar daerah Brebes, tegal, Pemalang, Pekalongan dan Batang.

Pantura News

Sajian Pantura News yang dikemas dari berbagai sudut pandang, dari sosial, ekonomi, budaya, wisata, olah raga, kriminal serta politik.

Berita Pantura Hari Ini | Pantura Online

Menyajikan Berita Pantura Hari Ini, update, cepat dan akurat serta berbeda dari yang lain, yang tentunya dapat dipercaya.

Selain menyajikan berita, Pantura Online juga menyajikan berbagai artikel tentang pendidikan, keislaman dan lain-lain.

28.10.20 News

Cuti Bersama Maulid Nabi SAW: Himbauan Presiden Hingga Upah Lembur

PojokPantura.Com, Nasional – Hari libur merupakan hari yang dinanti sebagian besar masyarakat, tak kecuali masyarakat Indonesia. Hari libur memang biasa digunakan oleh masyarakat untuk melakukan aktifitas santai dan menyenangkan. Semisal bermain dengan keluarga atau teman, melakukan hobi, pergi ke tempat wisata maupun bersilaturahim.

Apalagi jika ada tanggal hari libur nasional berderetan tanpa jeda dengan cuti bersama dan hari libur akhir pekan. Pastilah, orang-orang akan mempersiapkan dengan matang hal-hal yang akan dilakukannya di hari-hari libur panjang kedepan. Intinya tak mungkin momen-momen seperti ini akan dilewatkan dirumah saja.

Rasa senang kini sedang menyelimuti warga Indonesia, khususnya yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selasa (27/10) kemarin, pemerintah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Menteri, dalam hal ini Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri PAN-RB.

Ketiga Menteri di atas bersepakat menetapkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari kamis (29/10) sebagai libur nasional. Ditambah hari Rabu (28/10) dan hari Jum’at (30/10) juga disepakati sebagai hari cuti bersama.

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji menjelaskan bahwa SKB tersebut bisa dilihat pada situs jdih.menpan.go.id. "Dalam SKB tersebut, 28 dan 30 Oktober 2020 adalah cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW," terang Dwi, kemarin (27/10).

Ia juga menambahkan bahwa cuti bersama tidak mengurangi hak cuti tahunan bagi ASN. Hal ini berdasarkan Keppres No. 17/2020 tentang Cuti Bersama Pegawai ASN Tahun 2020.

Himbauan Presiden dalam libur panjang

Dengan adanya cuti bersama, libur nasional memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan ditambah libur akhir pekan membuat Presiden Joko Widodo merasa khawatir. Karena ia menganalisis, biasanya masyarakat cenderung di hari-hari libur akan tumpah ruwah memadati di tempat-tempat wisata. Tanpa mengindahkan protocol kesehatan.

Makanya, Presiden mengimbau supaya momen ini tidak menjadi penyebab melonjaknya angka positif Covid-19.

"Oleh sebab itu, ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid-19," jelas Presiden Jokowi, pada keterangan persnya.

Adapun Presiden tidak melarang warga yang mempunyai urusan yang penting di hari-hari libur tersebut untuk keluar rumah. Namun warga diminta tidak lupa untuk melakukan protocol kesehatan. Hal ini untuk menghindari wabah corona yang sampai hari ini masih ada di tengah-tengah masyarakat.

Cuti bersama bagi pekerja swasta bersifat fakultatif

Mengenai aturan cuti bersama, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengungkapkan bahwa cuti bersama untuk pekerja di sektor swasta bersifat fakultatif.

"Cuti bersama bagi sektor swasta itu fakultatif, maka pelaksanaannya berdasarkan kesepakatan serikat pekerja dan pengusaha dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing perusahaan", kata Ida.

Perusahaan pun yang tidak meliburkan pekerjanya di waktu-waktu tersebut tidak akan dikenai sanksi atau denda. "Karena fakultatif, maka tidak wajib dan tidak ada denda", ucapnya.

Namun menurutnya, perusahaan yang mempekerjakan pekerjanya selama libur cuti bersama, maka harus memberikan upah lembur. "Dan apabila dinyatakan sebagai hari cuti bersama, tapi ternyata pekerja harus masuk kerja, maka berlaku upah lembur", tuturnya.

Kebijakan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah sesungguhnya sudah menjadi bagian dalam cuti tahunan sebagaimana hak pekerja. Namun pelaksanaan cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan sesuai dengan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, termasuk serikat pekerja, dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan.

Bagi pekerja yang melaksanakan cuti pada hari cuti bersama, maka hak cuti yang diambilnya mengurangi hak atas cuti tahunan pekerja yang bersangkutan.

Sedangkan pekerja yang bekerja pada hari cuti bersama, maka hak cuti tahunannya tidak berkurang dan kepadanya dibayarkan upah seperti hari kerja biasa.

27.10.20 News

Merayakan HSN, Pemkot Pekalongan Gelar Bedah Buku “Sosok Santri Inspiratif”

PojokPantura.Com, Pekalongan - Hari Santri Nasional (HSN) tiap tahun selalu dirayakan oleh kalangan santri dengan berbagai bentuk cara dan acaranya. Yang merayakan pun tidak hanya santri yang masih aktif di pondok pesantren saja. Melainkan juga para alumni pondok pesantren yang sudah mengabdi di tengah-tengah masyarakat.

Salah satu bentuk perayaan HSN selain upacara bendera, adalah bedah buku. Acara seperti ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan. Hari Jum'at (24/10) kemarin, berlokasi di ruangan Amarta Setda kota Pekalongan, Pemkot Pekalongan menggelar Bedah Buku berjudul “HM Saelany Machfudz SE Birokrat Santri yang Paham Aspirasi” karya HS Priyo Soeaedy.

Buku yang sudah terbit pertama kali pada bulan Juli 2020 lalu ini mengisahkan profil Walikota Pekalongan sekarang, yakni HM. Saelany Machfudz, mulai dari lahirnya beliau sampai kepada memerintah sebagai Walikota Pekalongan selama 3,5 tahun.

Selain berisi profil sang Walikota yang kebetulan seorang santri, buku ini juga menjelaskan betapa Kota Pekalongan memiliki sejarah yang panjang dan isinya pun sarat akan nilai-nilai luhur yang tercipta seiring dengan tumbuhnya peradaban di Pekalongan.

Lahirnya buku yang mengisahkan profil dan kepemimpinan dirinya, menurut HM. Saelany Machfudz itu tak lepas dari dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak.

“Sekda, para asisten, seluruh OPD, dan camat telah membantu saya dalam menata Kota Pekalongan ini”, jelas Saelany.

Perlu diketahui, HM. Saelany Machfudz termasuk salah satu cucu KH. Saelan. Beliau adalah pendiri Pesantren Ribatul Muta'allimin. Sedangkan sekarang, HM. Saelany Machfudz dipercaya menjadi ketua yayasan pesantren yang dibuat kakeknya tersebut.

Ia melihat dalam agenda bedah buku ini, banyak sekali yang antusias ingin belajar dari buku tersebut. Baik para pegiat literasi, siswa dan santri yang hadir saat itu.

“Semoga buku ini bermanfaat dan menginspirasi banyak orang”, harapnya.

Saat dimintai keterangan secara terpisah, si penulis buku “HM Saelany Machfudz SE Birokrat Santri yang Paham Aspirasi”, HS Priyo Soeaedy menjelaskan bahwa dengan mengamati dan belajar dari buku-buku arsip sejarah masa lalu akan memotivasi para generasi muda untuk bisa lebih baik dari para pendahulunya.

Ia juga menuturkan bahwa HM Saelany Machfudz merupakan sosok yang bisa diteladani. Maka dari itu, buku ini menjadi media penghubung antara generasi muda sekarang yang ingin belajar dari beliau. Apalagi beliau termasuk kalangan santri yang mempunyai tekad dan ketekunan yang hebat sehingga sekarang menjadi Walikota Pekalongan.

HS. Priyo juga mengaku bahwa isi dalam buku tersebut, ia menulisnya seobjektif mungkin dan tidak berlebihan dengan tanggung jawab moral ia sampaikan ke khalayak.

“Sosok Walikota Saelany memang patut diteladani, saya mengetahui pergerakan Walikota Saelany sejak awal, sosoknya memang layak jadi panutan, apa yang saya tulis sesuai dengan realitas, tidak berlebihan kalau saya sebut beliau adalah sosok santri yang paham tentang aspirasi”, ujar Priyo.

25.10.20 News

Kembali Memfitnah NU, Sugi Nur Ditangkap dan Akan Dijerat Pasal Berlapis

PojokPantura.Com, Nasional - Dialog antara Refly Harun dengan Sugi Nur Raharja di Munjiat Channel Youtube berapa hari lalu berbuntut Panjang. Sugi Nur Raharja atau yang ia namai sendiri dengan sebutan Gus Nur itu kini ditahan oleh Bareskrim Polri.

Penahanan ini dikarenakan ada beberapa orang atau organisasi yang melaporkan Sugi Nur atas statement-statementnya yang diduga berisi penghinaan dan ujaran kebencian bermuatan SARA yang ada dalam video yang sempat viral tersebut.

Beberapa orang atau organisasi yang melaporkannya ke Bareskrim Polri di antaranya adalah Aziz Hakim selaku Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Cirebon. Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020. Selain dilaporkan NU Cabang Cirebon, Gus Nur dilaporkan pula oleh Pengurus Pusat GP Ansor dan juga oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kabupaten Pati di Polres Pati dan Aliansi Santri Jember di Polres Jember. Semua laporan berdasarkan pada statement-statement yang sama dalam video itu.

Atas laporan-laporan di atas, Polisi bertindak cepat dengan menangkap Sugi Nur di rumahnya yang berlokasi di Sawojajar, Pakis, Malang pada Sabtu (24/10) dini hari.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono membetulkan informasi penangkapan terhadap Sugi Nur yang diketahui sering memprovokasi, mengujarkan kebencian dan penghinaan dalam beberapa videonya yang beredar di social media.

"Iya benar, dini hari pada Sabtu 24 Oktober 2020 Pukul 00.18 WIB di rumahnya Sawojajar, Kec Pakis, Malang".

Statement-statement Sugi Nur yang dipersoalkan oleh beberapa pelapor di antaranya adalah bahwa "NU saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya ugal, dan penumpangnya kurang ajar, pemikiran liberal, sekuler, dan merupakan PKI”.

Menurut Azis, salah satu pelapor, mengatakan bahwa statemetnya Sugi Nur sungguh keterlaluan. Karena ia mengujarkan kebencian tidak hanya ke personal, tapi ke organisasi. Parahnya lagi kata Aziz, Sugi Nur sering melakukannya.

"Bahwa Gus Nur ini sudah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama. Tidak hanya sekarang ini, tapi sebelum-sebelumnya juga Gus Nur sudah melakukan dan sering melakukan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama", katanya.

PBNU Mengapresiasi Tindakan Bareskrim Polri

Cepatnya penanganan kasus ini dari Bareskrim Polri, membuat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Sekjen, Helmy Faishal Zaini. mengapresiasi penanganan ini dengan sangat baik.

"Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada aparat kepolisian yang bertindak cepat dan sigap dalam penangkapan Sugi Nur Rahardja. Ini menunjukkan bahwa Polri bekerja secara profesional. PBNU mempercayakan sepenuhnya kasus Sugi Nur kepada aparat penegak hukum. Selanjutnya kita hormati segala proses hukum yang akan berjalan", beber Helmy.

Helmy mengungkapkan bahwa Sugi Nur telah dari dulu memfitnah dan membenci secara terang-terangan kepada PBNU di social media. Statement-statementnya Sugi Nur itu pula bernuansa penghinaan dan provokatif.

"Mengatakan bahwa NU merupakan organisasi yang beranggotakan PKI, liberal, dan lain sebagainya merupakan pernyataan tendensius dan cenderung bernuansa penghinaan, provokatif, bahkan fitnah. Sebagai seorang penceramah, sudah menjadi keharusan untuk menyampaikan pesan-pesan dengan santun. Bukan dengan bahasa caci-maki, bahkan fitnah, dan menebar kebencian", ungkap Helmy.

Diketahui Sugi Nur telah melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 310 KUHP dengan ancaman 4 tahun dan 6 tahun penjara.

24.10.20 News

Kabar Baik Buat Peminat CPNS, Pemerintah Segera Umumkan Rekrutmen CPNS 2021

PojokPantura.Com, Nasional - Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih diidam-idamkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pendaftar rekrutmen CPNS dalam 2 tahun terakhir yang menyentuh angka hampir 10 juta orang.

Padahal tiap tahun, pemerintah hanya mengalokasikan kuota CPNS tidak lebih dari 300.000 orang yang lolos ujian. Angka ini sesuai kebutuhan kementerian, pemerintah daerah maupun Lembaga negara lainnya.

Tak salah memang banyak orang yang menginginkan menjadi PNS. Selain gaji dan pendapatan yang bisa dibilang lumayan. Juga karena jenjang karir yang jelas. Maka banyak orang berlomba-lomba lolos ujian rekrutmen CPNS di tiap tahunnya. Mulai dari fresh graduate maupun yang sudah sering ikut rekrutmen namun masih gagal.

Sedikit informasi, di tahun 2020 ini, pemerintah meniadakan rekrutmen CPNS akibat pandemic covid-19. Karena covid-19 ini pula proses tahapan rekrutmen CPNS 2019 molor dari jadwal yang sudah ditentukan dari awal yakni selesai Mei 2019. Kenyataannya sekarang masih dalam tahap menunggu hasil SKB yang nanti nilainya akan digabungkan dengan hasil SKD.

Persiapan Rekrutmen CPNS 2021

Baru-baru ini, Pemerintah lewat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) sedikit membocorkan mengenai informasi rekrutmen CPNS 2021.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Andi Rahadian, pun membetulkan informasi yang sudah beredar itu.

"Betul. Insyaallah akan ada pengadaan CPNS formasi tahun 2021", kata Andi.

Pria yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Kemenpan-RB ini akan mengupayakan sesegera mungkin untuk menginformasikan rekrutmen CPNS 2021 kepada masyarakat.

"Hingga saat ini, kami sedang memastikan waktu atau bulan yang tepat untuk mengumumkan. Namun, diusahakan bisa secepatnya," tutur dia.

Ia juga membenarkan adanya desas-desus terkait kuota formasi CPNS 2021 akan lebih banyak dibanding 2019 kemarin. Hal ini dikarenakan di tahun 2020 tidak ada rekrutmen CPNS.

"Mengenai jumlah formasi CPNS untuk tahun 2021, kami perkirakan akan lebih besar dari jumlah formasi tahun 2019. (karena rekrutmen CPNS 2020 tidak ada) sehingga jumlah kebutuhan formasi kemungkinan diakumulasikan di formasi tahun 2021", kata Andi.

3 Kisah Keberkahan Merayakan Maulid Nabi SAW

Pojok Pantura | PojokPantura.Com - Merayakan hari istimewa bagi yang kita cintai adalah bukti kecintaan kita kepadanya. Disamping itu, orang yang kita cintai pasti akan mengingat dan membalas dengan kebaikan pengorbanan kita yang merayakan hari yang istimewa itu untuknya. Maka tak heran ada sekian banyak kisah yang menggambarkan betapa kecintaan nabi SAW kepada orang yang akan dan telah merayakan kelahirannya.

Betul bahwa perayaan maulid nabi SAW baru dirayakan umat Islam secara formal dan besar-besaran pada abad ke 6 hijriyah. Tapi tahukah kalian bahwa Abu Lahab dulu orang yang senang dan merayakan maulid Nabi SAW, yang sekarang dia diberi balasan kebaikan di hari senin sesuai hari kelahiran nabi. Dan tahukah pula, bahwa orang yang hanya bernadzar mengadakan maulid SAW, ia langsung mendapatkan kebaikan maulid nabi SAW itu pula. Dalam tulisan ini, terangkum 3 kisah keberkahan merayakan maulid nabi SAW sebagai berikut:

Preman Gemar Maulid Nabi SAW

Pada masa dinasti Abbasiyah yang kala itu dipimpin oleh Harun ar-rasyid, ada seorang pemuda yang tinggal di kota Basrah. Seorang pemuda yang kurang baik dan terkesan bergelimang kemaksiatan. Sehingga semua warga kota Bashrah memandang rendah pada pemuda itu. Akan tetapi ada sisi kebaikan dalam hidupnya yang ia istiqamahi sepanjang hidupnya.

Dalam hidupnya pemuda itu berlaku berlebihan. Namun dia tidak pernah melupakan bulan kelahiran Rasulullah. Setiap bulan Rabi’ul awwal, dia selalu membersihkan bajunya, memakai wewangian, menghiasi dirinya dan mengikuti resepsi perayaan maulid nabi SAW. Ia lakukan begitu seterusnya setiap tahun seperti itu.

Pada akhirnya, saat pemuda tersebut meninggal dunia, penduduk kota Bashrah mendengar suara yang menggemparkan kota tanpa mengetahui asal-muasal suara tersebut.

"Wahai penduduk Bashrah datanglah dan berikan kesaksian terhadap jenazahnya kekasih Allah sesungguhnya dia orang yang mulia di sisi-nya".

Setelah jenazah pemuda yang ternyata merupakan wali Allah dirawat dan dikebumikan. Pada malam hari, penduduk Bashrah bermimpi melihat pemuda tersebut berada dalam surga dengan mengenakan pakaian yang indah dan mewah. Kemudian mereka bertanya, “dengan amal apa engkau memperoleh keutamaan ini? “. Kemudian pemuda yang merupakan kasih Allah itu menjawab, “dengan memuliakan hari kelahiran nabi Muhammad SAW”.

Nadzar Merayakan Maulid Nabi SAW

Pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan hidup seorang pemuda yang sangat tampan. Dia menetap di ibukota dinasti Umayyah, yakni Syam. Dan dia mempunyai kegemaran naik kuda. Suatu ketika sang pemuda sedang menaiki kuda kesayangannya, tetapi tiba-tiba kuda tersebut berlari kencang ke jalan-jalan kota Syam.

Dengan sekuat tenaga sang pemuda menarik tali untuk mengendalikan kuda tersebut. Namun dia tetap tidak mampu mengendalikan kuda itu. Lalu kuda tersebut menerjang pintu rumah sang khalifah dan naas tak terelakan lagi, anak khalifah yang sedang berada di situ menjadi korban.

Betapa marah dan gusarnya khalifah mendengar kabar kematian anaknya akibat diterjang kuda. Khalifah lalu memerintahkan untuk menangkap dan membawa sang pemuda kehadapannya. Dengan wajah yang pucat tubuh gemetar saat sang pemuda dibawa menghadap Khalifah.

Saat hampir sampai di istana kerajaan, di dalam hati sang pemuda berkata "apabila Allah membebaskan aku dari kejadian ini maka aku akan mengadakan resepsi (perayaan) yang besar dan di dalam perayaan itu aku akan membaca sirah Rasulullah SAW".

Ketika sang pemuda sampai di kerajaan, khalifah yang semula dibalut kemarahan, tiba-tiba tertawa lalu bertanya kepada pemuda tersebut, "Apa kamu menguasai ilmu sihir...?" . Sang pemuda menjawab, “demi Allah tidak wahai Amirul mukminin". Mendengar jawaban itu, khalifah Abdul Malik bin Marwan lalu berkata, “baik kalau begitu kamu saya maafkan. Tetapi jawablah dengan jujur apa yang telah kau lakukan dan apa yang telah kau ucapkan sebelum kesini”.

Kemudian sang pemuda menjawab, “wahai khalifah, sebelum sampai ke istana ini, dalam hati saya berjanji apabila Allah melepaskan aku dari kejadian ini, maka aku akan mengadakan perayaan yang besar dan di dalam perayaan itu, aku akan membaca sirah Rasulullah SAW”. Lalu khalifah berkata “kalau begitu kamu saya maafkan dan saya bebaskan dari tuntutan terbunuhnya anakku dan untuk merayakan maulid nabi SAW seperti yang kamu nadzarkan, kamu saya beri uang 1000 dinar ".

Abu Lahab Orang Pertama Yang Merayakan Maulid Nabi SAW

Salah satu orang yang pertama kali Bahagia atas kelahiran nabi SAW adalah tidak lain dari Abu Lahab, pamannya nabi SAW. Yang nantinya Abu Lahab menjadi salah satu musuh utama Islam. Setelah Abu Lahab meninggal, ada seorang yang pernah bermimpi bertemu dengan Abu Lahab. Lantas orang tersebut menanyakan kabar dan keadaannya. Abu Lahab lalu menjawab bahwa ia, “Di dalam neraka”. Abu Lahab meneruskan, “akan tetapi siksaanku diringankan setiap malam senin. Di saat itu, aku bisa menyesap air yang keluar dari sela-sela ujung jariku. Hal ini disebabkan aku dulu memerdekakan budakku yang bernama Tsaubiyah, ketika dia memberiku berita bahagia kelahiran Nabi Muhammad, dan ia menyusuinya”.

Ibn Jazari berkomentar dalam kitabnya ‘Urfu Ta’rîf bil maulid al-syarîf, “Kalau Abu Lahab yang kafir, dan al-Qur’an turun mencelanya saja diringankan siksanya di neraka karena bahagia ketika malam kelahiran nabi SAW, maka bagaimana keadaan umat muslim yang senantiasa bertauhid, berbahagia akan kelahiran nabi, dan melaksanakan apa yang ia mampu untuk menunjukkan kecintaannya kepada nabi SAW. Maka demi usiaku, balasannya dari Allah adalah atas karuniaNya, dimasukkan kedalam surga”.

Faedah dan Hikmah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW Menurut Beberapa Ulama

Pojok Pantura | PojokPantura.Com - Pujian-pujian kepada Nabi SAW dengan cara melantunkan shalawat dan membacakan sirah-sirahnya adalah salah satu bentuk kecintaan umat Islam kepada idolanya, sang suri tauladan terbaik, yakni baginda nabi Muhammad SAW. Hal ini dilakukan sejak zaman nabi SAW masih hidup.

Amalan-amalan memperbanyak shalawat dan membaca sirah-sirah nabi SAW yang ada di berbagai kitab maulid saat awal sampai pertengahan bulan Rabi’ul Awwal, itu bisa dikatakan bid’ah, karena memang tidak ada di zaman nabi SAW.

Dengan melihat fenomena tersebut, setidaknya kita dapat mendapat gambaran bahwa melakukan tradisi denga nisi seperti di atas, maka sesunggguhnya itu sebuah anjuran yang harus dilestarikan. Hal-hal tersebut menjadi ramai saat bulan Rabi’ul Awwal seperti sekarang. Antar mushala dengan mushala dan masjid dengan masjid, mereka saring saut menyaut shalawat kepada nabi SAW.

Dalam tulisan ini, akan sedikit membahas sedikit tentang faidah dan hikmah merayakan maulid nabi SAW menurut beberapa ulama’. Faidah dan hikmah dalam merayakan maulid nabi Muhammad SAW menurut beberapa ulama diantaranya sebagai berikut:

Imam Abu Sammah (guru dari Imam an-Nawawi)

Termasuk bid'ah hasanah pada zaman sekarang adalah hal-hal yang dilakukan setiap tahun bertepatan dengan hari kelahiran Rasulullah. yaitu memberi shodaqoh, berbuat kebajikan, menampakkan kegembiraan, menyantuni anak yatim dan lain sebagainya. Hal itu semua dilakukan untuk menyatakan cinta kepada Rasulullah dan bersyukur kepada Allah yang telah mengutus nabi Muhammad sebagai rahmatan lil a’lamin.

Imam as Sakhowi

Perayaan maulid nabi SAW baru diselenggarakan dengan semarak setelah 6 abad setelah Rasulullah wafat. Selanjutnya kaum muslimin dimanapun daerahnya, perkotaan maupun pedesaan senantiasa mengadakan perayaan maulid nabi. Pada malam perayaan, mereka memberikan shadaqah dan menikmati lantunan salawat dan membaca sirah-sirah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Syekh Ali Yafi'i Al Yamani

Barangsiapa untuk merayakan maulid nabi SAW, ia menyiapkan makanan, mengundang jama'ah, menyiapkan tempat, berbuat kebaikan dan menjadi pembaca sirah-sirah Rasulullah, maka kelak di hari kiamat ia akan dimasukkan ke dalam golongan, shiddiqin, syuhada, Shalihin dan mendapatkan jannatun Naim.

Imam Jalaluddin as-Suyuthi

Dalam kitabnya yang berjudul Wasail, Imam Jalaludin berkata, tidak ada rumah atau masjid atau tanah lapang yang digunakan sebagai tempat peringatan maulid nabi, kecuali akan dikelilingi para malaikat dan Allah akan menurunkan rahmatnya ke tempat tersebut. Dan tidak ada seorang muslim yang rumahnya digunakan sebagai tempat perayaan maulid nabi SAW, kecuali Allah akan mengangkat atau menghilangkan kelaparan, penyakit, bahaya, musibah, kedengkian, kemalingan dan lain-lain dari rumah tersebut. Dan ketika dia meninggal dunia, maka akan diberi kemudahan dalam menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.

Imam Ma'ruf al-Karkhi

Barangsiapa untuk merayakan maulid nabi SAW dengan menyiapkan makanan, mengundang jama’ah, membaca sirah-sirah nabi SAW, memberikan penerangan di majelis itu, mengenakan pakaian yang bagus, memakai wewangian dan menghiasi dirinya, maka besok dari kiamat dia dimasukkan golongan para nabi dan dimasukkan ke dalam surga yang paling tinggi.

Tantangan Terbesar Santri Adalah Menangkal Paham Radikalisme, Ideologi Khilafah & Terorisme

PojokPantura.Com - Dalam momentum hari santri nasional tahun 2020, kaum santri sedapat mungkin jangan hanya merayakannya saja. Tetapi, harus juga merefleksi momen HSN ini. Jika kita tarik mundur, penetapan hari santri nasional tanggal 22 Oktober 1945 ini dilandasi dengan momen resolusi jihadnya KH. Hasyim Asy’ari. Artinya pada tanggal 22 Oktober inilah hari dimana rakyat Indonesia (dengan radius tertentu), khususnya kaum santri diwajibkan untuk menghadapi tantangannya saat itu, yakni pasukan sekutu yang ingin menjajah kembali bangsa Indonesia.

Karena memang itu adalah tantangan zamannya, ditambah kewajiban syariat, maka kaum santri saat itu turun gelanggang melawan musuhnya. Di tahun 2020, sudah tidak ada lagi penjajah yang dihadapi. Hal ini bukan berarti kondisinya aman terekndali. Kita bisa lihat, tahun-tahun ke belakang, di Indonesia ada berbagai permasalahan yang menerpa di negara kita tercinta. Selain masalah lingkungan hidup, kemiskinan, korupsi dan lain sebagainya. Namun selain itu, ada satu permasalahan yang tak bisa dipandang sepele. Permasalahan itu adalah gerakan terorisme.

Gerakan terorisme ini muncul selalu bermula dari pemahaman agama seseorang yang radikal dan bisa juga menganut ideologi khilafah. Nah, masalah ini menurut penulis adalah sebuah tantangan bagi kaum santri di zaman ini. Kaum santri harus menangkal paham, ideologi dan gerakan terorisme ini dengan cara dan modal yang dimiliki kaum santri. Seluruh warga Indonesia, khususnya kaum santri harus menangkal dan melawannya, karena masalah ini akan mengancam disentegrasi bangsa.

Kehidupan demokrasi pasca reformasi di Indonesia membuat berbagai paham dan gerakan menemukan ruang untuk bersemai, Di antara paham dan gerakan yang muncul adalah ideologi khilafah dan paham radikalisme Islam, yang seringkali berbuntuk lahirnya tindakan terorisme. Selama 20 tahun reformasi di Indonesia, sudah tak terhitung lagi kasus-kasus terorisme yang memakan sekian banyak korban jiwa. Inilah sebenarnya tantangan besar santri dan umumnya seluruh rakyat Indonesia.

Faktanya, ide radikalisme dan sistem khilafah ditolak oleh semua negara di dunia. Karena memang mengacaukan kehidupan dimana mereka bersemayam. Kasus terakhir adalah negara Syiria atau Suriah. Negara itu sudah hancur berkeping-keping karena ulah ISIS. Karena ISIS berupaya menegakkan kekhilafahan disana dengan cara peperangan melawan pemerintahan yang sah. Mereka berhasil menguasai sebagian besar wilayah Suriah dengan sangat brutal dan sadis.

Dengan kekuasaan yang direnggutnya, ISIS membunuh ribuan orang yang tak bersalah, memperkosa dan memperbudak perempuan dan anak-anak. Lebih tragisnya lagi, mereka membom tempat-tempat ibadah, padahal saat itu, banyak jamaah yang sedang berkegiatan, yang membuat sebagian jamaahnya mati. Anehnya, dengan kemungkarannya, ISIS berhasil meyakinkan banyak orang dari belahan dunia lain untuk bergabung kepada kedzalimannya, mungkin sampai saat ini.

Sebelum ISIS, ada organisasi Hizbut Tahrir yang terkenal selalu berupaya menolak keabsahan pemerintah di suatu negara. Total sampai hari ini, ada lebih dari 40 negara yang melarang eksistensi mereka. Banyak sekali catatan upaya kudeta berdarah yang didalangi oleh mereka di beberapa negara. Mulai dari Irak, Suriah, Turki, Yordania, Pakistan dan Mesir. Sekarang di Indonesia, betapapun organisasinya sudah dibubarkan oleh pemerintah republik Indonesia, kader dan simpatisan mereka masih tetap eksis terutama di media sosial untuk mengkampanyekan ide khilafahnya.

Bukti kesalahkaprahan dan kesesatan ide khilafah versi mereka adalah kehancuran Suriah sekarang dan beberapa negara timur tengah yang masih berkecambuk perang saudara yang tak kunjung usai. Di sana sudah tak terhitung nyawa yang hilang, hak-hak asasi manusia direnggut dan hancurnya tatanan kehidupan negara bangsa yang tak mudah dibangun kembali. Oleh karenanya, masyarakat Indonesia jangan sekali-kali tergiur oleh mimpi-mimpi mereka yang memabukkan itu. Sekejap saja masyarakat Indonesia tergiur, maka pintu kehancuran bangsa Indonesia terbuka lebar.

Padahal Rasulullah SAW sebagai suri tauladan terbaik manusia tidak pernah mengajarkan hal-hal yang dilakukan oleh ISIS, Hizbut Tahrir dan organisasi semacamnya. Rasulullah senantiasa mengajarkan berakhlak yang baik, kasih sayang sesama makhluk Allah, menghargai hak dan perbedaan, mengedepankan musyawarah, persatuan dan dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, Rasulullah SAW menghendaki masyarakat madani. Masyarakat madani sudah pernah dipraktikkan oleh Rasulullah ketika memimpin pembangunan kota Madinah. Sederhananya, masyarakat madani yang dikehendaki Rasulullah SAW adalah masyarakat yang beradab, toleran, demokratis dan adanya rasa persatuan antar warganya.

Setiap zaman pasti akan ada ujian atau tantangan yang harus dihadapi oleh generasinya. Saya melihat tantangan generasi ini bukanlah pandemi Covid-19, melainkan pemahaman agama yang radikal dan ideologi khilafah yang berujung tindakan terorisme. Jika tantangan tersebut dibiarkan begitu saja, maka bangsa Indonesia akan diambang kehancuran, seperti halnya negara-negara Timur Tengah yang sudah terpapar paham dan ideologi tersebut.

Mengapa problematika di atas menjadi tantangan terbesar bagi kaum santri, jawabannya tentu karena kaum santri-lah yang sedari awal belajar di pesantren mengenai khazanah keilmuan yang bersanad sampai kepada Rasulullah SAW dan akhlakul karimah sesuai yang dicontohkan Rasulullah SAW pula. Kedua hal tersebut menjadi modal penting bagi kaum santri untuk menangkal dan melawannya demi agama dan bangsa.

Dengan kedua modal tersebut, kaum santri diharapkan mampu berdakwah di masyarakat dengan santun, ramah dan moderat. Hal ini harus dilakukan agar wajah Islam yang digambarkan kaum santri adalah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Nah, jika dengan begitu banyaknya kaum santri atau alumni pondok pesantren yang berdakwah Islam dengan berwajah rahmatan lil ‘alamin ini, maka dengan sendirinya narasi radikalisme dan terorisme di tengah-tengah masyarakat perlahan akan lenyap.

Di era digital ini juga, kaum santri dituntut aktif dalam mengkonter narasi dan wacana radikalisme, khilafah dan terorisme di social media. Seperti halnya, kaum santri bisa menjelaskan makna pentingnya hidup berdampingan, jihad dan system khilafah yang sesungguhnya. Kerja-kerja semacam inilah yang harus terus digencarkan oleh kaum santri di social media. Supaya social media kita penuh dengan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.

Harapannya setelah kaum santri ikut aktif berselancar di social media adalah agar orang-orang yang dulunya pernah terpapar paham dan ideologi menyimpang itu bisa tersadar. Dan bagi mereka yang belum terpapar, maka ketika melihat konten-konten positif dari kaum santri, mereka akan lebih tahu bahwa Islam sesungguhnya agama yang membawa rahmat bagi semuanya. Bukan Islam sebagai agama yang keras kepada selainnya.

21.10.20 News

Kabar Gembira, Dalam Waktu Dekat Akan Ada 2 Pabrik Garam Industri di Brebes

Pojok Pantura | PojokPantura.Com, Brebes - Telah terjadi penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Pemkab Brebes dengan BUMD Provinsi Jawa Tengah, dalam hal ini adalah PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPTJ) untuk pendirian pabrik garam industry di Brebes.

Rencananya lokasi pabrik garam industry ini akan bertempat di desa Bulakamba dan desa Pengaradan. Memang kedua lokasi ini sudah disurvey kelayakannya pada awal tahun kemarin dan sudah dimusyawarahkan dengan pihak-pihak terkait.

Penandatanganan MoU bertempat di pendopo kabupaten Brebes pada Jumat (16/10) kemarin. Karena memang Brebes memiliki SDA yang melimpah, Idza Priyanti selaku Bupati Brebes berharap dengan adanya pabrik garam industri di Brebes bisa meningkatkan perekonomian di berbagai sector. Seperti pertanian, perikanan, perdagangan, perluasan lowongan kerja baru dan lainnya.

“Brebes, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, baik di sektor pertanian, perikanan dan lainnya,” ungkapnya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Sekda Brebes,Tetty Yuliana.

Dalam sambutannya, ia juga menginformasikan bahwa di Brebes sudah ada 2 unit gudang garam berskala nasional yang belokasi di Desa Bulakamba dan Desa Pengaradan Selain itu, di Brebes sudah mempunyai 2 unit pengolahan garam, yakni di Desa Karang Dempel yang berkapasitas 30 ton/hari, dan di Desa Pesantunan yang berkapasitas 8 ton/hari.

Saat acara penandatangan MoU tersebut, Direktur PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah, Adil Fitra mengutarakan perasaan senangnya dan tak lupa ia berterima kasih kepada Pemkab Brebes, dalam hal ini Bupati Idza dan semua pihak terkait atas support dan kesepakatan kerjasama yang sudah mulai terjalin ini.

“Harapan kami, kesepakatan bersama ini dapat diikuti dengan kerjasama dimana fungsi dari masing-masing pihak dapat saling mendukung, mengoptimalkan dan bersinergi untuk perkembangan perekonomian di Jawa Tengah khususnya Kabupaten Brebes dalam optimalisasi aset-aset milik daerah”, ungkapnya.

Baik Pemkab Brebes maupun PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPTJ), mengaku MoU ini sebagai langkah awal dalam rangka memanfaatkan dan mengembangkan potensi yang ada di Brebes. Baik potensi SDA maupun SDMnya.

Perlu diketahui, Brebes mempunyai garis pantai sepanjang 67 km. Daerah yang terkenal dengan telor asinnya ini juga mempunyai potensi lahan tambak garam seluas 1.176 hektar. Sumber daya manusia di Brebes pun melimpah dengan 658 petani tambak garam yang tersebar di 5 kecamatan.

Selama ini, dalam mengelola SDM, SDA dan sumber daya keuangan, mereka mendirikan 5 koperasi garam di masing- masing kecamatan. Adapun total produksi garam di tahun 2019 sebesar 49.574,45 ton dengan produktivitas 81,8 ton/ ha. Untuk produksi tahun 2020 sampai 9 Oktober 2020 sebanyak 1.187,416 ton.

Tradisi Perayaan Maulid dan Kondisi Saat Nabi SAW Dilahirkan

Pojok Pantura | PojokPantura.Com - Bulan ketiga dalam penanggalan tahun Hijriyah adalah bulan Rabiul Awwal atau biasa disebut dengan bulan maulid. Dalam bulan rabiul awal tepatnya malam Senin 12 Rabi'ul Awwal, Muhammad Rasulullah SAW dilahirkan. Makanya kita sejujurnya harus bersyukur kepada Allah, karena telah diberi kesempatan untuk dapat merayakan maulid nabi SAW, betapapun di tengah pandemic yang belum hilang ini.

Banyak amalan yang dilakukan kaum muslimin berkaitan dengan hari kelahiran Baginda Rasulullah. Memang tidak ada amalan yang secara khusus yang dianjurkan dikerjakan pada bulan Rabi’ul Awwal. Namun secara umum kaum muslimin dianjurkan untuk banyak melakukan amalan kebajikan baik berupa ibadah puasa dan tentunya shalawat untuk Rasulullah.

Bershalawat di sini dimaksudkan sebagai rasa syukur atas lahirnya sang suri tauladan kaum muslimin di seluruh dunia pada bulan ini. Dalam perwujudan rasa syukur itu banyak kaum muslimin yang mengadakan berbagai acara peringatan hari lahirnya nabi SAW. Mereka berkumpul di masjid, mushola atau tempat yang lain yang kemudian membaca al-Qur’an, membaca shalawat dan membaca hadist nabi SAW. Selain itu, kaum muslimin pun banyak yang membaca sirah nabi dalam kitab ad-Diba’, Barzanji, Burdah dan lain sebagainya.

Tradisi maulid memang sebenarnya merupakan hal baru/bid’ah. (tidak dilakukan pada zaman nabi SAW). Betapapun bid’ah, namun perayaan maulid nabi SAW yang di berbagai tempat, diisi dengan mengungkapkan sanjungan, pujian kebahagiaan dan rasa syukur atas lahirnya sang nabi SAW. Hal tersebut juga sebenarnya pernah dilakukan para sahabat kepada nabi SAW semasa hidupnya. Oleh sebab itu jika perayaan maulidan dianggap bid’ah, maka termasuk bid’ah Hasanah. Maka bagi orang yang merayakannya akan mendapatkan pahala.

Kondisi Saat Nabi SAW Dilahirkan

Nabi Muhammad terlahir dari ibu bernama sayyidah Aminah dan bapak bernama Sayyid Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim. Rasulullah dilahirkan ke dunia pada hari senin tepatnya malam Senin menjelang fajar subuh, tanggal 12 Rabiul Awal tahun 570 Masehi.

Allah SWT menjaga nabi SAW mulai sejak dalam kandungan ibunya.

Umumnya perempuan yang mengandung, pasti mengalami susah dan kesulitan dalam segala hal. Namun sayyidah Aminah ibunda nabi tidak mengalami hal itu. Bahkan ketika Aminah melahirkan nabi SAW pun tidak mengalami rasa sakit. Rasulullah terlahir ke dunia sudah dalam keadaan bersih, sudah dikhitan, sudah terpotong tali pusarnya, harum seperti memakai minyak wangi, sudah memakai celak dan dalam posisi sujud kepada Allah.

Konon, sebelum kelahiran nabi SAW, syaitan dan jin bebas berlalu-lalang ke langit untuk mengintip dan mencuri dengar pembicaraan para malaikat yang kemudian mereka sampaikan kepada para tokoh penganut ilmu hitam dan yang menghamba kepada jin. Namun pada saat kelahiran Rasulullah, jin dan setan tidak berdaya untuk naik dan masuk pintu langit lagi. Tak pelak, mereka langsung melapor ke iblis, pimpinannya. Dan setelah mereka mencari tahu ke seluruh penjuru dunia tentang hal yang terjadi pada saat itu, ternyata di Mekah telah lahir nabi kekasih Allah yang diutus untuk menunjukkan semua umat ke jalannya Allah.

Ketika Rasulullah lahir ke dunia, suasana saat itu tenang, angin tak berhembus dan tak ada suara-suara binatang malam itu. Nur Muhammad memenuhi tanah haram hingga ke tanah Syam. Banyak kejadian yang luar biasa pada menjelang dan detik-detik lahirnya nabi akhir zaman.

Diriwayatkan telah berkata Abdul Muthalib, pada saat itu (kelahiran nabi), aku sedang berada di dalam ka’bah yang dikelilingi ratusan berhala dengan berbagai bentuk. Kemudian semua berhala itu terjatuh dari tempatnya dalam posisi bersujud kepada Allah dan aku mendengar suara dari dinding Ka'bah yang suaranya berbunyi,

ولد النبي المختر الذى يهلك بيده الكفار ويطهرنى من هذه الاصنام ويأمر بعبادة الملك العلام
“Telah lahir nabi pilihan, di tangannya orang-orang kafir dihancurkan dan membersihkan aku dari berhala-berhala ini dan memerintahkan untuk menyembah Dzat yang merajai alam ".

Setelah lahir ke dunia, selama beberapa hari Rasulullah disusui oleh ibundanya yakni sayyidah Aminah. Kemudian disusui oleh Tsuwaibah, seorang wanita hamba sahaya yang dimerdekakan oleh Abu Lahab karena telah memberi kabar bahagia yakni kelahirannya sang keponakan, Muhammad Rasulullah.