Pojok Pantura

Amalan Hari Rabu Dan Keutamaannya

PojokPantura.Com - Amalan Hari Rabu Dan Keutamaannya, Hari Rabu merupakan hari yang istimewa bagi umat Islam. Sedangkan kaum kafir menganggap hari Rabu merupakan hari sial dan tidak baik, karena dalam sejarahnya banyak tokoh-tokoh kafir yang melakukan kemaksiatan dan kemungkaran lalu dihancurkan oleh Allah bertepatan dengan hari Rabu. Anas bin Malik meriwayatkan:

“Rasulullah ditanya tentang hari Rabu, beliau bersabda: (hari Rabu) adalah hari yang buruk. Para sahabat bertanya: kenapa begitu ya rasul? Beliau menjawab, Allah menenggelamkannya Firaun dan pengikutnya pada hari Rabu dan menghancurkan kaum ‘Ad (kaumnya nabi Hud) dan Tsamud, mereka adalah kaum nabi shaleh".

Sedangkan bagi mukminin, hari Rabu merupakan hari yang sangat baik untuk memulai belajar dan memulai segala kegiatan yang baik sehingga ulama-ulamapun mempunyai Amalan Hari Rabu. Syekh Burhanuddin selalu memulai belajar atau pelajaran pada hari Rabu. Beliau berpijak pada hadis Rasulullah SAW:

ما من شيئ بدئ فى يوم الأربعاء الا وقد تم
"Tidak ada suatu perkara yang dimulai pada hari Rabu kecuali benar-benar sempurna".

Begitu juga dengan imam abu Hanifah, beliau mengamalkan dan menerima hadist di atas dari gurunya yakni Syaikh al-Imam Qiwamuddin Ahmad bin Abdul Rasyid. Beliau mendengar bahwa seorang tokoh besar yaitu Syekh Abu Yusuf Al Hamdani selalu memulai kegiatan / amalan yang baik pada hari Rabu.

Lalu kenapa banyak ulama’ atau kyai memulai membuka majelis Ilmu untuk pencari ilmu di pondok pesantren dan tempat-tempat lain serta untuk memulai segala kegiatan positif dimulai pada hari Rabu?. Hal ini dijelaskan dalam kitab Ta’lim al-Muta’alim, bahwa Allah menciptakan nur atau cahaya pada hari Rabu. Dengan Amalan Hari Rabu diharapkan ilmu yang dicari dan kegiatan yang dilaksanakan mendapat nur dari Allah.

Sebagian ulama mengatakan pada hari Rabu, Allah menciptakan lautan dan sungai-sungai dan Allah menghalalkan untuk makhluknya meminum air itu. Maka barangsiapa ingin meminum obat maka sebaiknya dilakukan pada hari Rabu.

Amalan Hari Rabu

Menurut sebagian keterangan pada malam atau hari Rabu disunahkan melakukan hal-hal berikut.

Shalat Sunnah

Menurut kitab Ihya Ulumuddin, Malam Rabu disunahkan untuk melakukan shalat sunah dua rakaat. Rakaat pertama setelah membaca surat al-Fatihah, kemudian membaca surat al-Falaq 10 kali. Sedangkan untuk rakaat kedua setelah al-Fatihah, kemudian membaca surat an-Naas 10 kali. Dan setelah salam kemudian membaca istighfar 10 kali dan membaca shalawat 10 kali. Dalam kitab Ihya Ulumuddin juga disebutkan keutamaan Amalan Hari Rabu tersebut yakni akan dicatat oleh 70.000 malaikat sampai hari kiamat.

Sedangkan pada siang hari Rabu, ketika matahari mulai naik disunahkan melakukan shalat Sunah 12 rakaat. Pada setiap rakaat setelah membaca surat al-Fatihah kemudian membaca ayat kursi 1 kali, surat al-Ikhlas 3 kali, surat al-Falaq 3 kali dan surat an-Naas 3 kali. Keutamaannya yakni semua dosanya diampuni oleh Allah, diselamatkan dari kegelapan, siksa kubur dan selamat dari kesulitan di akhirat.

Kemudian ada metode lain shalat sunnah Amalan Hari Rabu, yakni dalam hadist yang diriwayatkan oleh Fatimah RA, Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa pada malam Rabu melakukan shalat Sunah 6 rakaat pada setiap rakaat setelah membaca surat al-fatihah kemudian membaca "qulillahumma maalikal mulki dan seterusnya" dan setelah selesai salat kemudian membaca “jazallahu muhammadan ‘annaa maa huwa ahluhu", Maka dosa-dosanya selama 70 tahun diampuni dan dipastikan terbebas dari neraka.

Puasa

Dalam kitab I’anah at-Tholibin diterangkan bahwa disunnahkan menjalankan puasa pada hari Rabu sebagai ungkapan syukur kita umat Islam kepada Allah. Karena Allah tidak menghancurkan umat Muhammad pada hari Rabu sebagaimana Allah telah menghancurkan umat-umat dzolim sebelumnya yakni kaumnya nabi Luth (penduduk negeri Sadum) kaumnya nabi hud (kaum ‘Aad), kaum kaum nabi shaleh (kaum Tsamud), raja Firaun dan pengikutnya raja Namrud, Qorun, Saddad bin ‘Add, ‘Auj bin ‘Unuq dan lain-lain.

Dalam kitab al-Jami' ash-Shaghir disebutkan:

كان يصوم من الشهر السبت والأحد والإثنين ومن الشهر الآخر الثلاثاء والأربعاء والخميس
"Rasulullah berpuasa dalam satu bulan pada hari Sabtu ahad dan Senin dan pada bulan yang lain berpuasa pada hari Selasa, Rabu dan Kamis”

Mulai Mencari Ilmu

Tradisi memulai ngaji pada hari Rabu ini sudah diamalkan oleh ulama’ulama salaf dulu yang kemudian dilanjutkan oleh kyai-kyai kita di pesantren dengan membuka tahun ajaran baru di mulai pada malam atau hari Rabu. Hal ini sesuai dengan kitab Ta’lim Muta’alim yang menyebutkan”Tidak ada suatu perkara yang dimulai pada hari Rabu kecuali benar-benar sempurna”. Maka selayaknya kita sebagai santri harus mencontoh tradisi baik ini dengan memulai suatu hal yang positif di hari Rabu, khususnya jika kita mau berangkat ke luar kota untuk mencari ilmu di pesantren atau kampus usahakan pada malam atau hari Rabu.

Berdoa Dan Dzikir

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah RA, bahwa Rasulullah SAW berdoa tiga kali di masjid al-Fath, yakni Senin, Selasa dan Rabu. Di hari Rabu, Rasulullah berdoa diantara dua shalat. Terlihat dari kegembiraan wajah beliau saat berdoa di hari Rabu, diyakni hal ini menandakan bahwa doanya dikabulkan oleh Allah. Waktu doa tersebut yakni diantara shalat Dzuhur dan Ashar.

Syekh Syahrowardi meriwayatkan, pada hari Rabu juga disunahkan membaca istighfar berikut 1.000 kali.

أستغفر الله من كل ذنب وأتوب اليه
"Astaghfirullah min kulli dzanbin wa atubu ilaihi"

Demikian pembahasan kali ini, semoga kita semua tergolong menjadi orang-orang yang sholeh dengan lantaran kita melakukan Amalan Hari Rabu yang telah kita ketahui dari ulama-ulama kita terdahulu dan semoga kita dapat istiqomah dalam mengamalkannya

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait