Pojok PanturaPojok Pantura

Berikut Ini Amalan-Amalan di Bulan Safar Agar Terhindar Dari Musibah

Berikut Ini Amalan-Amalan di Bulan Safar Agar Terhindar Dari Musibah

Pojok Pantura | PojokPantura.Com - Dalam ajaran Islam, semua bulan dan hari itu baik. Masing-masing memiliki sejarah, keistimewaan dan peristiwa penting sendiri-sendiri. Jika ada bulan-bulan tertentu mempunyai keutamaan sisi nilai keutamaan yang lebih baik, bukan berarti bulan yang lain dinilai buruk.

Pada zaman Jahiliyah dulu, banyak yang berkeyakinan bulan Safar adalah bulan yang dipenuhi musibah dan bencana. Lebih-lebih di hari Rabu terakhir bulan tersebut. Keyakinan tersebut tersebut terus-menerus masih ada pada sebagian kecil orang hingga hari ini. Ada pula di antara mereka menganggap sial bulan Muharam dan hari-hari tertentu. Sehingga pada hari-hari tersebut mereka tidak berani melangsungkan pernikahan kamu membangun rumah usaha dan lain sebagainya. Karena mereka meyakini atau menganggap bahwa pernikahan dan lain sebagainya pada hari-hari tersebut bisa menimbulkan ketidak cocokan berdampak tidak harmonis menimbulkan kerugian dan lain sebagainya.

Selain itu, orang-orang Arab jahiliyah dulu juga menganggap sial bulan Syawal. Sehingga mereka tidak melangsungkan pernikahan pada bulan tersebut. Sehingga nabi Muhammad SAW membantah keyakinan tersebut dengan menikahi siti Aisyah bin Abu Bakar as-Sidiq pada bulan Syawal itu. Anggapan-anggapan yang keliru itu lebih banyak dipengaruhi oleh para dukun dan ramalan-ramalan yang tidak masuk akal.

Andaikan ada kejadian tragis atau peristiwa yang memilukan dalam bulan tersebut, hal itu bukan berarti bahwa bulan tersebut merupakan bulan musibah atau bulan yang penuh kesialan. Namun kita harus pandai-pandai mencari hikmah pada peristiwa itu. Dan Amaliah apa yang harus dilakukan sehingga terhindar dan selamat dari berbagai musibah. Sebagian ulama salaf berkata hari rayaku adalah setiap hari dimana aku tidak bermaksiat kepada Allah pada hari itu dan tidak tertentu pada suatu hari saja. Di antara amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan pada bulan Safar adalah sebagai berikut:

Berdoa

Menurut keterangan sebagian ulama, semua bencana dan musibah yang akan terjadi dalam 1 tahun ini diturunkan oleh Allah pada hari Rabu terakhir bulan Safar barangsiapa yang ingin selamat dari bencana tersebut maka dianjurkan untuk membaca doa berikut ini pada hari pertama bulan Safar dan hari Rabu terakhir bulan Safar.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَعُوْذُبِا اللهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ. وَأَعُوذُبِجَلاَلِكَ وَجَلاَلِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلاَلِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِي وَوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِيْ وَأَهْلِي وَأَحِبَّائِي. وَمَا تُحِيْطُ شَفَقَّهُ قَلْبِي مِنْ شَرِّ هَذِهِ السَّنَةِ وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ فِيْهَا. وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ. يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ وَاخْتِمْ لِيْ فِي هَذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِاالسَّلاَمَةِ وَالعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلاَدِيْ وَلِلأَهْلِيْ. وَمَا تُحُوْطُهُ شَفَقَّهُ قَلْبِيْ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.
“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami, Muhammad SAW, keluarga dan semua para sahabatnya. Saya berlindung kepada Allah dari kejahatan waktu ini dan orang-orangnya. Dan Saya berlindung kepada kemulaianMu, Keagungan dzatMu dan Kesempurnaan KesucianMu agar Engaku menjauhkan diriku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang aku sayangi dan sesiapa saja yang hatiku suka kepadanya, dari keburukan tahun ini. Selamatkanlah aku daripada kejahatan yang telah Engkau tetapkan dalam tahun ini dan jauhkanlah dari padaku keburukan di dalam bulan Safar. Wahai Allah yang maha Mulia dan tutuplah pada bulan dan saat ini dengan keselamatan, afiah dan kebahagiaan kepadaku kedua orang tuaku, anak-anakku dan sesiapa yang hatiku kasih kepadanya dan seluruh orang Islam. dan semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada junjungan kami nabi Muhammad keluarga dan para sahabatnya”.

Salat Sunnah

Menurut sebagian ulama pada malam pertama bulan Safar setelah salat Isya dan sebelum salat witir disunahkan menjalankan salat Sunnah 4 rakaat. Niatnya yakni untuk shalat sunah mutlak. Setelah membaca surat al-Fatihah pada rakaat pertama membaca surat al-Kafirun 11 kali pada rakaat kedua membaca surat al-Ikhlas 11 kali pada rakaat ketiga membaca surat al-Falaq 11 kali dan pada rakaat keempat membaca surat an-Nas 11 kali. Setelah salam kemudian membaca aurat berikut ini masing-masing dibaca 70 kali.

سبحان الله, والحمد لله, ولااله الا الله, و الله اكبر, ولا حول ولا قوة الا بالله العلى العظيم (70x)
اياك نعبد واياك نستعين (70x)

Membaca Surat Yasin

Menurut sebagian ulama, hari Rabu terakhir bulan Safar merupakan hari naas atau hari yang banyak musibah. Oleh karena itu dianjurkan untuk membaca surat Yasin ketika sampai pada lafadz “salamun qoulam mirrobbirrohim”. Maka ayat tersebut diulangi 313 kali dan kemudian dilanjutkan sampai selesai. Setelah itu membaca doa sebagai berikut:

اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ، وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ، وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ، وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ، وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِيْ الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ, اللهم اصرف عنا شرما ينزل من السماء وما يخرج من الارض اناك على كل شىء قدير. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ
“Ya Allah berikanlah rahmatMu kepada junjungan kami Muhammad dengan rahmat di mana Engkau menyelamatkan kami dari ketakutan dan marabahaya. Dan dengan rahmat Engkau mengabulkan semua kebutuhan kami. Dengan rahmat Engkau membersihkan kami dari semua kesalahan. Dengan rahmat Engkau mengangkat kami ke derajat yang tinggi. Dan dengan rahmat Engkau sampaikan kami pada tujuan paling akhir. Ya Allah hindarkanlah kami dari keburukan apa saja yang turun dari langit dan apa saja yang keluar dari bumi. Sesungguhnya Engkau maha kuasa terhadap segala sesuatu. Dan semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada junjungan kami nabi Muhammad keluarga dan para sahabatnya”.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait