Pojok Pantura

Brebes,

Cuma Dihargai Rp. 300 Per Kg, Petani Kubis Di Desa Sirampog Brebes Mengeluh

PojokPantura.Com - Dalam seminggu terakhir, Petani sayuran khususnya kubis di desa Sirampog Brebes mengeluh. Harga Kubis yang baru dipanennya dihargai Cuma Rp. 300 Per Kg. Hal ini disinyalir akibat daya beli masyarakat berkurang akibat pandemic covid-19.

Padahal menurut Yayan, salah satu petani di desa Sirampog, sebelumnya harga jual mencapai Rp 1.500-2.000 per kilogram. Petani Sayur di Sirampog Menjerit. Betapapun keadaannya begitu, akhirnya mereka terpaksa memanen kubis meskipun harga sedang anjlok. Karena tidak ada pilihan lain.

“Harganya mulai anjlok awal September ini. Tidak untung sama sekali”, ujar yayan.

Ia juga menjelaskan distribusi kubis ke pasar-pasar induk lancar dan disana stok barangnya masih melimpah. Fenomena seperti itu factor utamanya yakni daya beli masyarakat menurun akibat covid-19.

“Kalau saya lihat, banyak pikap bawa kubis ke pasar. Namun yang beli sedikit. Mungkin dampak dari pandemi Virus Corona”, tambahnya.

Petani lain, Nasuha juga mengutarakan kerugian yang sama pula. Walaupun kondisi sekarang belum memihak pada mereka, tapi mereka terus memanennya. Karena memang taka da opsi lain.

“Iya banyak yang bertanya, sampai kapan harga akan seperti ini. Makanya yang penting dipanen sajalah”, jelas Nasuha.

Banyak petani kubis yang sudah lesu akibat sepinya aktivitas pasar penjualan kubis. Lalu membuat banyak dari mereka mengurungkan niatnya untuk menanam kubis lagi dalam waktu dekat. Karena khawatir kerugiannya akan terus membengkak. Tapi beda dari beberapa temannya, Nasuha tetap akan menanam kubis dalam waktu dekat sembari berdoa dan berharap agar panen di masa mendatang harganya stabil.

“Mau menanam lagi, harapannya musim panen depan harganya sudah bagus”, pungkasnya.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait