Pojok Pantura

7 Adab Sebelum Makan Menurut Rasulullah Dalam Kitab Ihya Ulumuddin

PojokPantura.Com - Melakukan kesunnahan nabi Muhammad SAW adalah bagian dari menjalankan agama Islam. Juga bagian dari menjaga tradisi kebaikan dari Rasulullah. Semua hal yang berasal dari Rasulullah pasti baik dan berpahala. Ada begitu banyak kesunnahan yang Rasulullah warisi kepada umatnya. Mulai dalam hal ibadah, mencari ilmu, berdagang, bersosial dan sampai kepada adab-adab sebelum makan.

Namun melihat realita sekarang, banyak yang lupa atau belum tahu sunnah-sunnah Rasulullah yang sederhana sekalipun, khususnya mengenai adab sebelum makan. Tanpa makan, kita tak punya kekuatan. Tak punya kekuatan, berarti kita tak mampu beribadah dan melakukan aktifitas lainnya. Maka, makan sangat penting untuk keberlangsungan ke-hamba-an kita kepada Allah.

Namun demikian aktifitas makan, jangan dilakukan sembarangan sesuai nafsu kita. Maka sepatutnya kita harus mencontoh adab-adab makan Rasulullah. Hal ini dilakukan agar aktifitas makan kita akan mendapatkan keberkahan dan bernilai pahala. Dalam tulisan ini, akan dibahas 7 adab sebelum makan menurut Rasulullah yang terangkum dalam kitab Ihya Ulumuddin.

1. Makanan Yang Kita Makan Harus Halal

Salah satu pokoknya agama adalah memakan makanan yang halal dan baik. Hal itu karena makanan halal merupakan dasar bagi setiap amal ibadah diterima di sisiNya. Sebaliknya jika memakan makanan yang haram, maka bukan hanya ibadahnya tidak diterima, tetapi doanya pun tidak diperkenankan oleh Allah SWT.

Hal demikian didasari dari hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Beliau menceritakan hadis berikut: Aku membacakan AL-Qur’an surat al-Baqarah ayat 168 di hadapan Nabi SAW, "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi". Maka berdirilah Sa’ad ibnu Abu Waqqas, lalu berkata, "Wahai Rasulullah, sudilah kiranya engkau doakan kepada Allah semoga Dia menjadikan diriku orang yang diperkenankan doanya".

Maka Rasulullah SAW. menjawab, "Hai Sa’ad, makanlah yang halal, niscaya doamu diperkenankan. Demi Tuhan yang jiwa Muhammad ini berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, sesungguhnya seorang lelaki yang memasukkan sesuap makanan haram ke dalam perutnya benar-benar tidak diperkenankan doa darinya selama empat puluh hari. Dan barang siapa di antara hamba Allah dagingnya tumbuh dari makanan yang haram dan hasil riba, maka neraka adalah lebih layak baginya".

2. Sebelum Makan Hendaklah Kita Membasuh Tangan

Rasulullah SAW sangat menyukai dan selalu menjaga kebersihan. Hal ini dilakukan beliau agar terhindar dari najis di tubuh, pakaian dan lingkungannya yang tak diketahui. Apalagi saat mau makan, yang demikian juga sebagai wujud menghargai rezeki dari Allah, makanya Rasulullah selalu membasuh tangannya.

Rasulullah SAW bersabda “bersuci (mencuci tangan) sebelum makan karena itu mencegah kemiskinan dan bersuci (mencuci tangan) sesudahnya, karena itu mencegah gangguan dari setan".

3. Makanan Hendaklah Diletakkan Di Atas Lantai Atau Tikar

Praktik ini sebagaimana sunnah Rasulullah SAW. Beliau ketika setiap dibawakan makanan, maka beliau letakkan makanan itu di atas lantai atau tikar. Hal yang demikian menunjukkan sikap tawadhu (sederhana atau rendah hati).

Anas bin Malik meriwayatkan Rasulullah tidak pernah makan di atas Khawan (tempat yang tinggi/meja), atau makan dengan menggunakan Sukkarjah (makanan kecil penggugah selera), atau makan Khubz Muraqqaq (roti yang lebar dan halus). Kemudian Aku (Anas) bertanya kepada Qatadah, 'Lalu dengan apa Rasulullah dan para sahabatnya makan?' Qatadah pun menjawab, "Dengan menggunakan Suffrah (sesuatu yang dibentangkan atau dihamparkan sebagai alas untuk makanan vang akan dimakan baik dalam bentuk kulit maupun kain)." (HR Bukhari)

4. Hendaklah Duduk Dengan Baik (Bersila) Di Atas Lantai Atau Tikar

Rasulullah mengajarkan umatnya berbagai hal sesuai syariat yang dibawanya dari Allah SWT secara detail. Salah satunya adalah posisi duduk saat makan. Hal ini tidak hanya didasari dari syariat dan adab, tetapi juga factor kesehatan.

Rasulullah SAW bersabda, “Aku tidak makan dengan bersandar, karena aku sesungguhnya hanyalah seorang hamba dan aku makan sebagaimana makanya seorang hamba dan duduk sebagaimana duduknya seorang hamba.”

5. Hendaklah Kita Berniat Sebelum Makan Dengan Niat Untuk Memperoleh Kekuatan Dalam Beribadah Kepada Allah

Jika niatnya benar karena Allah, maka dia tidak akan mengulurkan tangannya untuk meraih makanan bila tidak lapar. Niat pun menjadi penting, karena dengan niat, makan kita bernilai ibadah. Dalam niat dan doa makan seyogyanya disisipkan pujian kepada Allah, karena memang semua yang ada pada kita adalah rizeki dariNya. Di bawah ini salah satu contoh doa sebelum makan.

اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka

6. Hendaklah Merasa Senang Dengan Apapun Makanan Yang Tersajikan

Merasa senang atas semua rezeki dari Allah yang ada pada kita adalah bentuk rasa syukur kepada Allah. Tak pandang rezeki itu sedikit atau banyak, mewah ataupun murah, kita wajib sesegera mungkin bersyukur atas hal itu. Sampai-sampai Rasulullah memerintahkan umatnya untuk mendahulukan makan dari pada ibadah.

Hal di atas dilakukan selain karena bersyukur, juga agar ibadah kita nanti menjadi tambah kuat dan khusu’ setelah menambah energi dari makanan sebelumnya. Rasulullah bersabda “apabila waktu salat Isya tiba sedangkan hidangan makanan telah tersedia maka dahulukanlah makan”.

7. Semakin Banyak Orang Yang Turut Ambil Bagian Saat Makan Itu Semakin Baik

Praktik ini merupakan sunnah Rasulullah. Beliau pernah bersabda "makanlah kalian dengan berkumpul, karena didalamnya (makan bersama) banyak barokah”. Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah tidak pernah makan sendirian. Rasulullah bersabda, “makanan yang paling baik adalah makanan yang didalamnya banyak tangan".

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait