Pojok Pantura

5 Manfaat Nikah Bagi Laki-Laki Menurut Imam Ghazali

PojokPantura.Com - Kita tahu bahwa nikah adalah ibadah yang akan mengantarkan sepasang suami istri mendapatkan kebaikan-kebaikan di dalamnya. Makanya banyak orang, terutama muslim memilih pernikahan sebagai salah satu fase dalam hidupnya.

Tulisan ini akan membahas tentang 5 manfaat nikah bagi laki-laki menurut Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin. Tulisan ini pula bertujuan untuk memberikan gambaran bagi orang yang belum menikah agar mereka menyegerakannya, terutama yang sudah masuk usia nikah agar terhindar dari keburukan dan kemaksiatan. Berikut 5 manfaat nikah bagi laki-laki:

1. Mendapatkan Anak Atau Keturunan

Inilah yang menjadi pokok disunnahkannya pernikahan. Karena dengan adanya pernikahan, manusia akan melestarikan keturunan. Sehingga bumi tetap makmur dengan keberadaan manusia.

Ada empat manfaat keberadaan anak yakni mengharap keridlaan Allah karena bertambahnya jumlah manusia, mencari kecintaan Rasulullah karena bertambahnya jumlah pengikut beliau, mencari keberkahan doa anak yang saleh setelah meninggal dunia, dan memperoleh syafaat dari sang anak yang meninggal ketika masih kecil.

2. Menyalurkan Hawa Nafsu

Menikah dapat membentengi diri kita dari setan. Menikah juga bermanfaat untuk memelihara kemaluan dan menjaga hawa nafsu. Rasulullah bersabda, "barang siapa menikah sesungguhnya ia telah melaksanakan setengah dari agamanya dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah untuk yang setengahnya lagi."

Dalam hadist lain, Rasulullah SAW bersabda, "barang siapa belum sanggup menikah hendaklah ia berpuasa karena puasa akan meredakan nafsu syahwat."

Ketahuilah, kesenangan yang terdapat dalam hubungan seksual hanyalah satu contoh dari kebahagiaan ukhrawi. Tidak ada manfaat dalam sesuatu apabila tidak ada unsur kesenangannya. Seperti halnya seorang anak tidak akan menemukan kenikmatan berada dalam kekuasaan karena tidak ada kenikmatan berkuasa baginya. Allah menciptakan dunia dengan tujuan bahwa jika manusia merasakan dan memperoleh kesenangan di dunia maka mereka diharapkan akan mendapatkan kesenangan abadi di akhirat.

3. Menentramkan Hati

Pernikahan memberikan ketentraman pada hati dan pikiran serta tumbuhnya kasih sayang antara suami dan istri. Hati tentram ini dapat menguatkan ibadah kepada Allah. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat al-A’raf ayat 189, “Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan istrinya agar dia merasa tentram”.

Rasulullah SAW bersabda, “tiga hal yang kusenangi pada urusan duniamu adalah wangi-wangian, wanita (istri) dan shalat. Wanita (istri) adalah kesenangan pandanganku karena dapat menentramkan hati dan pikiran.”

4. Meningkatkan Pengabdian Kepada Allah

Jika seseorang mendekatkan diri kepada Allah, niscaya ia akan merasakan ketentraman dan kenikmatan tiada banding. Istri telah melepaskan tugas suami terhadap urusan rumah tangga seperti memasak, merapikan tempat tidur, mencuci perkakas dan urusan-urusan rumah tangga lainnya.

Istri yang salehah yaitu istri yang dapat mengurus rumah tangganya dengan baik. Hal itu berarti juga membantu suaminya mendekatkan diri kepada Allah. Nabi bersabda “hendaklah kalian bersyukur kepada allah, berdzikir dan beristri salehah yang membantumu menuju Allah.”

Umar bin Khattab berkata, “tidak ada karunia Allah kepada hambaNya yang beriman yang lebih baik dari pada seorang wanita salehah. Tidak ada kekayaan yang sebanding dengan wanita salehah yang dianugerahkan oleh Allah kepada laki-laki beriman.”

Rasulullah SAW telah bersabda, “aku diberi kelebihan dua hal atas anak Adam lainnya yaitu pertama istri yang menolong mereka kepada maksiat, sedangkan istriku menolongku agar taat kepada Allah. Kedua setan mereka tidak tunduk kepadanya, sedangkan setanku tunduk kepadaku dan tidak menyuruhku selain kepada kebaikan.”

Artikel Terkait: Bagi Kaum Pria, Begini Kriteria Jodohmu yang Baik Menurut Nabi SAW

5. Mendapatkan Pahala Atas Kewajiban Terhadap Keluarga

Ada beberapa kewajiban setelah menikah yang dapat digolongkan sebagai ibadah kepada Allah. Beberapa kewajiban tersebut diantaranya adalah menjaga keluarga, bersabar atas sikap dan perbuatan istri, menanggung kesusahan yang dialami oleh anggota keluarga, berusaha melakukan yang terbaik untuk mereka, memperbaiki akhlak mereka, menuntun mereka ke jalan agama, mencari nafkah yang halal untuk mereka dan mendidik anak-anak.

Artikel ini ditulis oleh:

Muhammad Alfiyan Dzulfikar
Alumni Ponpes Lirboyo Al-Mahrusiyah dan Mahasiswa Pascasarjana UNUSIA Jakarta.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait

Tambahkan aplikasi Pojok Pantura di smartphone tanpa install, buka website Pojok Pantura dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon 3 titikdi browser kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya kamu sudah dapat mengakses website Pojok Pantura dengan sekali klik dari layar utama smartphone Anda.