Pojok Pantura

04 Januari 2021

Vaksin Covid-19 Sinovac Sudah Mulai Didistribusikan Ke 13 Provinsi, Jateng dan Jatim Paling Banyak

PojokPantura.Com - Setelah sebelumnya vaksin sinovac untuk covid-19 mendarat di Indonesia awal Desember 2020 lalu. Kemarin (3/1), Vaksin Covid-19 Sinovac Sudah Mulai Didistribusikan Ke 13 Provinsi.

Kementerian Kesehatan mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 buatan perusahaan farmasi asal Cina bernama Sinovac per hari kemarin, Ahad, 3 Januari 2021. Pendistribusian ini merupakan gelombang pertama pengiriman Vaksin Sinovac untuk tahap awal distribusi vaksin ke 34 Provinsi.

"Betul mulai hari ini vaksin akan mulai kami distribusikan ke 34 provinsi," ujar Juru Bicara Bio Farma, Bambang Heriyanto, saat konferensi pers secara daring, Ahad, 3 Januari 2021.

Perlu diketahui, Ahad kemarin, pendistribusian vaksin baru ke 13 provinsi. Dalam perencanaannya, vaksin akan dikirimkan secara bertahap hingga ditargetkan selesai sepenuhnya pada 7 Januari 2021 mendatang.

13 provinsi tersebut yakni Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua.

Secara kuantitas, provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah menjadi daerah dengan pengiriman dosis terbanyak dengan masing-masing 77.760 dan 62.560. Disusul selanjutnya dengan Lampung dengan 40.520 dan Sumatera Barat dengan 36.920.

Untuk Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten, vaksin Covid-19 ini diharapkan tiba di lokasi besok, 4 Januari 2021. Adapun untuk daerah lain, ditargetkan vaksin tiba pada 5 Januari 2021. Cuma Sulawesi Barat yang dijadwalkan tiba paling lambat, yakni pada 7 Januari 2021.

Sesuai instruksi presiden Jokowi sebelumnya, vaksin Sinovac untuk pandemic covid-19 akan diberikan secara gratis ke 180 juta lebih warga Indonesia. Setelah diuji klinis di Bandung, vaksin sudah bisa didistribusikan dan digunakan pada awal Januari 2021 secara bertahap sampai April 2022.

Berita Terkait: Vaksin Gratis, Jokowi Orang Pertama yang Akan Divaksin dan Disusul 182 Juta Orang Pada 2021

Untuk periode awal, vaksin akan diperuntukkan untuk tenaga medis dan petugas pelayan public sekitar 19 juta orang. Setelahnya akan diperuntukkan untuk masyarakat umum. Pendistribusian dan pelaksanaan vaksinasi akan dibantu oleh pemerintah provinsi, daerah, rumah sakit hingga puskesmas.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait