Pojok Pantura

Pekalongan,

Hanya Lafalkan Basmalah, Calon Siswa Langsung Diterima di SMP Takhassus Tahfizul Qur’an Gratis

Pojok Pantura | PojokPantura.Com, Pekalongan – Selasa (14/7/2020). Di Tengah pandemic Covid-19, SMP Islam Takhassus Tahfizul Quran di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah memutus untuk tidak memberatkan calon wali murid dengan menggratiskan biaya sekolah calon siswa dengan melafalkan basmalah saat pendaftaran.

SMP Islam dalam naungan Yayasan Al-Khoirot ini beralamatkan di Simbang Kulon, Jalan KH Amir Idris GG 3 Buaran, Kabupaten Pemalang.

Muhamad Zidni Mubarok selaku Ketua Yayasan Al Khairot, mengungkapkan SMP Islam Takhassus Tahfizul Quran diresmikan oleh Wakil Gubernur Jateng, KH.Taj Yasin Maimoen pada 27 Maret 2019 dan langsung beroperasi pada tahun 2019 lalu. Di tahun pertama (lalu), pihaknya mengatakan untuk kalangan yatim piatu dan duafa itu digratiskan biaya sekolahnya.

Kemudian dalam PPDB tahun ini, sekolah ini memutuskan untuk mencari kemudahan bagi para wali dan santri dengan pembayaran yang digratiskan. Hal ini dilakukan karena banyak sekali masyarakat yang terkena dampak pandemic.

"Ya kita turut prihatin atas adanya pandemi Corona ini. Banyak yang harus membangun perekonomian keluarga dari nol lagi, banyak yang terdampak seperti dirumahkan, dan lain-lain," kata Muhamad Zidni saat ditemui di SMP Islam Takhassus Tahfizul Quran Kabupaten Pekalongan, Kamis (14/7/2020).

Apalagi, masih menurut dia bahwa banyak anak-anak yang tidak tertampung pendaftarannya akibat system zonasi yang berlaku sekarang.

"Karena itu, kita adakan sekolah gratis. Kita hanya inginkan peserta didik mengucapkan bismillah saat masuk sini, agar lulus dengan membanggakan orang tuanya," katanya.

Selama 3 tahun, SMP Islam ini juga menggratiskan biaya seragam siswa dan selama tiga tahun. Orang tua siswa tidak perlu memikirkan uang bulanan hal ini supaya mereka tidak merasa berat jika ekonominya sedang surut sekarang di masa wabah ini.

Zidni mengatakan bahwa, SMP Islam Takhassus Tahfizul Quran adalah lembaga pendidikan sekolah formal menengah pertama yang berbasis pondok pesantren.

Pantauan PojokPantura.Com, Hari pertama masuk sekolah, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Di SMP kelas VIII angkatan pertama sudah berjalan dengan menggunakan protokol kesehatan.

Protokol kesehatan yang wajib dilakukan seorang murid adalah cuci tangan di tempat yang sudah disediakan, menggunakan masker dan tempat duduk di dalam kelas juga diberi jarak atau physical distancing.

"Untuk KBM kelas VIII sudah dimulai. Namun untuk pendaftaran tahun ajaran baru masih kita buka sampai kuotanya terpenuhi," ujar Zidni.

Sebelumnya, SMP Islam Takhassus Tahfizul Quran tahun kemarin kuota Pendaftaran Peserta Didik Bru (PPDB) berjumlah145 anak. Untuk tahun ajaran ini, kuotanya meningkat menjadi 270 anak. Zidni berharap agar masyarakat yang kurang mampu dapat memanfaatkan sekolah gratis ini.

"Yang mendaftar sudah ada 210 anak, ditambah 60 orang yang hari ini masih dalam proses," kata Zidni.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait