Pojok PanturaPojok Pantura

Berita, Nasional,

Menunggu Penggunaan Masal GeNose C-19, Alat Pendeteksi Covid-19 Termurah dan Tercepat Buatan UGM

Menunggu Penggunaan Masal GeNose C-19, Alat Pendeteksi Covid-19 Termurah dan Tercepat Buatan UGM

PojokPantura.Com - Sudah banyak bermunculan alat pendeteksi covid-19 yang dibuat oleh banyak pihak setelah setahun pandemic covid-19 menjangkit dunia, salah satunya Indonesia.

Alat pendeteksi covid-19 yang terbaru ada di Indonesia. Alat itu bernama GeNose C-19. Alat pendeteksi buatan Universitas Gajah Mada (UGM) ini diyakini menjadi yang termurah biayanya dan tercepat menghasilkan deteksi adanya unsur covid-19 di dalam tubuh.

Menurut Prof. Kuwat Triyana selaku kepala proyek penelitian ini mengatakan GeNose C-19 ini telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhir tahun lalu dengan nomor KEMENKES RI AKD 20401022883. Dan alat ini sedang dalam proses produksi massal. Dalam laman resmi UGM.

"Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan luar biasa dari banyak pihak GeNose C-19 sudah secara resmi mendapatkan izin edar dan telah mendapat pengakuan oleh regulator, yakni Kemenkes, dalam membantu penanganan Covid-19 melalui skrining cepat," kata Prof Kuwat.

Diketahui, biaya tes GeNose C-19 dihargai antara Rp15.000-Rp25.000. Hasil tesnya pun bisa langsung diperoleh cuma dalam waktu kurang dari 2 menit. Alat ini juga tak memerlukan reagen atau bahan kimia lainnya dalam proses pendeteksiannya.

Karenanya, GeNose C-19 berbeda dari alat tes deteksi Covid-19 seperti PCR test, rapid test berbasis antibodi maupun rapid antigen. Alat pendeteksi dari UGM Yogyakarta ini pun sudah digunakan di tiga rumah sakit di kota tersebut.

Bagaimana cara kerja GeNose C-19 ?

Kata Prof. Kuwat, cara kerja alat tes ini sangat sederhana dan Cuma memerlukan waktu 80 detik untuk memperoleh hasilnya.

"Cara kerjanya sederhana, yakni dengan menggunakan sampel pernapasan yang diambil dari mulut seseorang kemudian dimasukkan ke dalam kantong/tabung dan ditutup kemudian dimasukkan ke mesin yang bisa melacak apakah ada partikel COVID dalam waktu 80 detik." jelasnya.

"Sampel pernapasan itu disedot oleh sebuah pompa mini oleh alat sensor yang bisa membaca pola COVID-19. Kemudian pola COVID-19 positif atau negatif dengan mudah bisa dibedakan, sepanjang kita memiliki kecerdasan buatan untuk membacanya."

Diketahui pula bahwa alat tes ini sudah siap digunakan secara masal pada Februari 2021. Prof. Kuwat pun meyakini bahwa tingkat akurasinya mencapai 90 persen. Namun nantinya alat tes GeNose C-19 ini tak akan menggantikan tes PCR.

“Dengan alat ini, nantinya akan membedakan mana Virus corona, flu, TB ataupun pneumonia. Dan kemudian yang positif bisa diarahkan untuk menjalani tes PCR.” Jelasnya lagi.

Diharapkan test COVID-19 menggunakan GeNose C-19 ini dapat digunakan secara masal di rumah sakit, bandara, pelabuhan dan tempat-tempat umumya di berbagai daerah di Indonesia.

Berita Terkait: Vaksin Covid-19 Sinovac Sudah Mulai Didistribusikan Ke 13 Provinsi, Jateng dan Jatim Paling Banyak

“Bila digunakan dengan benar, 10 ribu unit GeNose ini bisa melakukan tes terhadap 1,2 juta orang setiap hari. Ini akan menjadi angka pengetesan tertinggi di dunia." pungkasnya.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait