Pojok PanturaPojok Pantura

Kisah Penasaran Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash Tentang Amalan Seorang Ahli Surga yang Dibicarakan Rasulullah

Kisah Penasaran Sahabat Abdullah bin Amr bin Ash Tentang Amalan Seorang Ahli Surga yang Dibicarakan Rasulullah

PojokPantura.Com - Setiap orang menginginkan menjadi ahli surga. Namun begitu jalan menuju surganya Allah terbilang susah. Karena disamping memiliki sifat-sifat baik, setiap orang juga memiliki sifat-sifat tercela yang ada pada dirinya. Perintah Islam jelas untuk setiap orang agar selalu memunculkan sifat-sifat baiknya dan memendam dalam-dalam sifat tercelanya. Hal ini supaya orang tersebut dapat selamat di dunia dan mendapati dirinya menjadi ahli surga kelak di akhirat.

Dua sifat tercela yang benar-benar harus dipendam atau dihindari setiap hari adalah iri dan dengki. Karena dua sifat ini akan membawa kepada neraka yang di dalamnya terdapat siksa Allah yang begitu pedih. Begitu juga sebaliknya, ketika seseorang mampu untuk tidak iri dan dengki, maka Allah akan menjadikannya ahli surga. Realitanya memang sulit bagi setiap orang untuk menghindari kedua sifat tersebut. Karena keduanya seringkali muncul tanpa disadari.

Sifat iri misalnya, ia hadir tiba-tiba ketika seseorang memiliki sesuatu yang tidak ia mampu miliki. Sedangkan sifat dengki jauh lebih jahat dari iri, karena sifat ini akan mengharapkan orang lain tidak merasakan kebahagiaan. Allah SWT mewanti-wanti mengenai hal ini dalam firmanNya QS. An-Nisa ayat 32 yang artinya:

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Sebenarnya orang-orang yang nantinya akan menjadi ahli surga ini sudah dapat diamati ketika semasa hidupnya di dunia. Selain karena amalan ibadahnya yang dapat dilihat, orang-orang yang ditetapkan oleh Allah sebagai ahli surga ini hidupnya senantiasa tidak menampakkan kecemasan dan kebingungan dalam dirinya yang menimbulkan iri dan dengki kepada sesama.

Seorang ahli surga biasanya memendam dalam-dalam sifat iri dan dengki yang setelahnya membuat ini merasa tenang dan selalu bersyukur atas karunia yang telah Allah berikan. Rasulullah SAW pernah suatu ketika membicarakan calon ahli surga kepada para sahabatnya. Pembicaraan yang diulang-ulang oleh Rasulullah SAW ini membuat sahabat Abdullah bin Amr bin Ash penasaran. Apa sebenarnya yang seorang calon ahli surga ini lakukan setiap hari?

Anas bin Malik menceritakan sebuah hadits, “Ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau bersabda, ‘Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki ahli surga.’ Lalu seorang laki-laki dari kalangan Anshar lewat di hadapan mereka dengan bekas air wudhu masih membasahi jenggotnya, sedangkan tangan kirinya menenteng sandal.

Keesokan harinya, Rasulullah SAW bersabda lagi, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki ahli Surga.’ Setelahnya muncul lelaki yang sama seperti hari kemarin, dengan kondisi persis seperti hari sebelumnya juga.

Besok harinya lagi, hari ketiga, Rasulullah SAW bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang lelaki ahli Surga!!’ Tidak berapa lama kemudian orang itu masuk seperti saat kondisi sebelum-sebelumnya, dengan bekas air wudhu masih memenuhi jenggotnya dan tangan kirinya menenteng sandal.

Setelah itu Rasulullah bangkit dari tempat duduknya. Sementara Abdullah bin Amr bin Ash mengikuti lelaki tersebut. Lalu ia berkata kepada lelaki itu, ‘Aku sedang memiliki masalah dengan orang tuaku, aku berjanji tidak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika engkau mengijinkan, aku akan menginap di rumahmu untuk memenuhi sumpahku itu.’

‘Silahkan,” jawab laki-laki calon ahli surga tersebut.

Menurut Anas bin Malik, setelah menginap tiga hari tiga malam di rumah lelaki tersebut, Abdullah bin Amr bin Ash tidak pernah mendapati lelaki itu sedang qiyamul lail. Lelaki itu hanya setiap kali terjaga dari tidurnya, ia membaca dzikir dan takbir hingga menjelang subuh. Kemudian mengambil air wudhu.

‘Saya tidak mendengar ia berbicara, kecuali yang baik,’ ungkap Abdullah bin Amr bin Ash.

Setelah menginap tiga malam, Abdullah berkata, ‘Wahai hamba Allah, sebenarnya aku tidak sedang bermasalah dengan orang tuaku, hanya saja aku mendengar Rasulullah SAW selama tiga hari berturut-turut di dalam satu majelis beliau bersabda, ‘Akan lewat di hadapan kalian seorang laki-laki ahli surga.’ Selesai beliau bersabda, ternyata yang muncul tiga kali berturut-turut itu adalah engkau.

Maka dari itu, saya ingin menginap di rumahmu ini, untuk mengetahui amalan apa yang engkau lakukan, sehingga aku dapat mengikuti amalanmu. Karena sejujurnya aku tidak melihatmu mengerjakan amalan yang berpahala besar selama ini. Sebenarnya amalan apakah yang engkau kerjakan sehingga Rasulullah berkata demikian?’

Artikel Terkait: Kisah Imam Syafi’i Menyelesaikan 72 Masalah Fiqih Saat Bermalam di Kediaman Imam Ahmad

Setelah mendapat pengakuan dan pertanyaan dari sahabat Rasulullah tersebut, Kemudian laki-laki ahli surga itu menjawab, ‘Sebagaimana yang kamu lihat, aku tidak mengerjakan amalan apa-apa, hanya saja aku tidak pernah mempunyai rasa iri kepada sesama muslim atau hasad terhadap kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya.’

Abdullah bin Amr berkata, ‘Rupanya itulah yang menyebabkan kamu mencapai derajat itu, sebuah amalan yang kami tidak mampu melakukannya’.”

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait