Pojok Pantura

Nasional, 17 Februari 2021

Ajib, Ratusan Petani Desa di Tuban Kompak Beli Mobil Mewah

PojokPantura.Com - Jika ada 1-2 orang di suatu desa beli mobil mewah dalam waktu yang hampir bersamaan itu lumrah. Namun baru-baru ini ada fenomena unik dan menggegerkan publik mengenai ratusan petani yang kompak beli mobil mewah.

Ratusan petani itu berasal dari warga desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Mereka kompak beli mobil mewah karena mendapatkan ganti rugi pembebasan lahannya yang akan digunakan Pertamina untuk proyek kilang minyak Grass Roof Refinery (GRR) di Tuban.

Total warga desa yang hampir semuanya bekerja sebagai petani yang mendadak kaya ini berjumlah 225 warga. Sebelumnya direncanakan bersama atau tidak, mereka mewujudkan rasa syukur atas pembayaran lahannya dengan cara membeli mobil mewah bersama-sama.

Kepala desa Sumurgeneng, Gianto mengungkapkan bahwa video yang sempat viral di dunia maya tersebut adalah pembelia mobil mewah kloter terakhir dari 176 mobil mewah yang sudah dibeli.

"Iya benar yang ada dalam video itu warga sini (Desa Sumurgeneng). Mobil yang datang bersamaan kemarin itu perkiraan sekitar 17. Kalau selama ini ada total 176 mobil baru di beli warga. Per rumah bisa memiliki dua sampai tiga mobil," ungkap Gianto.

Terlihat dalam video yang diunggah Minggu (14/2) kemarin, iring-iringan 17 truk showroom dari Surabaya masing-masing mengangkut mobil mewah masuk jalan desa.

Diketahui, proyek pembangunan kilang minyak GRR membutuhkan lahan seluas 1.050 hektar. Dengan rincian 821 lahan darat, dan sisanya merupakan reklamasi laut.

Sementara lahan darat tersebar di tiga desa, yaitu Desa Kaliuntu, Desa Wadung, dan Desa Sumurgeneng. Khusus Desa Sumurgeneng terdapat sekitar 225 hektare lahan yang dibebaskan, dengan jumlah pemilik sebanyak 225 orang.

"Tanah di Sumergeneng dihargai Rp600-800 ribu per meter oleh Pertamina, Paling tinggi para petani yang menerima uang pembebasan lahan bahkan mencapai Rp26 miliar.” ujarnya.

Selain untuk membeli mobil mewah baru, warga yang menerima pembebasan lahan itu juga menggunakan uangnya untuk keperluan lain, seperti membeli tanah dan merehab rumah.

"Alhamdulillah dengan senang hati warga saya bisa menerima semua dan untuk nilai sudah bisa digunakan sesuai yang diinginkan warga. Ada yang di buat membeli tanah, rehab rumah, dan yang di pakai untuk membeli mobil," pungkasnya.

Salah satu warga yang mendadak menjadi miliarder, Siti Nurul Hidayatin merasa sangat bersyukur. Dirinya dan warga yang lain tak menyangka bisa memiliki harga miliaran rupiah. Ia sendiri mengaku uangnya sudah digunakan untuk beberapa keperluan. Di antaranya investasi, beli rumah, deposito, dan sebagian dipakai untuk membeli mobil.

Baca Juga: Cek Fakta Video Dinosaurus di Forest Park Magetan

"Ya saya bersyukur bisa beli mobil dan investasi. Selain itu dengan adanya pembebasan tanah ini warga Sumurgeng jadi makmur, dan desa saya sekarang terkenal menjadi kampung miliarder", terangnya.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait