Pojok Pantura

Bercanda Ternyata Ada Adabnya, Inilah 5 Adab Bercanda Dalam Islam

PojokPantura.Com - Dalam aktivitas sehari-hari, kita seringkali menggunakan candaan sebagai cara untuk mengakrabkan dan mencairkan suasana, menghilangkan kesukaran serta penghilang rasa emosi atau kantuk yang melanda. Bercanda memang perlu disisipkan untuk semacam relaksasi agar otot dan saraf tak kaku terus memikirkan hal-hal serius.

Candaan menjadi wajar ketika tema atau tokoh yang disinggung dalam isi candaan tidak menyinggung siapapun. Jangan sampai candaan kita membuat kerenggangan atau bahkan memutuskan hubungan sosial yang sudah terjalin. Itulah salah satu efek buruk yang terjadi ketika candaan kita menabrak nilai dan norma yang ada.

Selain agama yang mengatur tata cara hubungan dengan Allah, Islam juga mengatur adab atau tata cara berhubungan dengan sesama manusia. Banyak sekali tata cara yang harus ditaati umat Islam supaya bisa hidup berdampingan dengan lainnya dan tentunya tidak merusak akidahnya. Salah satu tata cara yang diatur Islam adalah mengenai adab dalam bercanda. Berikut 5 adab bercanda dalam Islam yang wajib kita ketahui,

Tidak Berlebihan

Segala sesuatu yang dilakukan berlebihan, pasti akan menghasilkan kemudlaratan (keburukan), termasuk bercanda. Cukup sekedarnya saja dalam bercanda agar tertawanya kita saat bercanda tidak terus-terusan, apalagi sampai terbahak-bahak. Karena dikhawatirkan hal itu akan memadamkan hati kita. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

لاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيْتُ الْقَلْبَ
“Janganlah engkau sering tertawa, karena sering tertawa akan mematikan hati.”
(HR. Ibnu Majah)

Bukan Cacian Dan Cemoohan

Setiap manusia memiliki kehormatan atau harga diri yang perlu sama-sama saling dijaga. Dikhawatirkan, ketika candaan kita berlebihan akan keceplosan menyinggung perasaan seseorang. Oleh karena itu, jika ingin bercanda ambillah tema-tema yang ringan agar tujuan relaksasi tercapai dan tak ada kehormatan yang dicederai.

Jangan juga gunakan tema-tema yang isinya mengolok-olok seseorang. Walaupun orang itu sudah terbiasa dibully ataupun tak ada orangnya di tempat. Karena itu sungguh-sungguh dilarang dalam Islam. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim”
(Q.S Al Hujurat: 11)

Tidak Boleh Mengambil Barang Orang Lain

Kesungguhan ialah karakter pribadi seorang muslim. Di sisi lain, sedang bercanda hanya sekadar mencairkan suasana dan rehat dari kepenatan. Maka jangan sampai bercandanya kita mengusik, mengganggu dan merugikan orang lain. Contohnya seperti mengambil barang milik orang lain untuk candaan.

Hal di atas sudah melewati batas kewajaran. Karena itu akan membuat jengkel dan emosi orang lain. Maka Rasulullah SAW memperingatkan kepada kita mengenai hal tersebut dalam sabdanya:

لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ صَاحِبِهِ لَاعِبًا وَلَا جَادًّا وَإِنْ أَخَذَ عَصَا صَاحِبِهِ فَلْيَرُدَّهَا عَلَيْهِ
“Janganlah salah seorang kalian mengambil barang temannya (baik) bermain-main maupun serius. Meskipun ia mengambil tongkat temannya, hendaknya ia kembalikan kepadanya.”
(HR. Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi).

Isi Canda Bukan Dusta Dan Tidak Dibuat-Buat

Berdusta dalam konteks apapun memang dilarang dalam Islam. Karena itu akan menjadikan sebuah kebiasaan yang buruk. Walaupun tujuan kita bercanda agar orang lain senang dan tertawa, tetapi tetap saja kejujuran harus lebih diutamakan. Jika tidak, itu akan mencelakakan kita. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

“Celakalah orang yang berbicara lalu mengarang cerita dusta agar orang lain tertawa, celakalah!”
(HR Abu Dawud).

Tidak Menjadikan Aspek Agama Sebagai Tema Candaan

Tema-tema agama wajib dihindari dalam setiap candaan. Karena orang yang benar-benar beragama, dirinya akan menjaga dengan baik agamanya dari hal-hal yang merendahkannya. Bahkan Allah menegaskan larangan bercanda dengan tema agama dalam firmanNya”

Artikel Terkait: 7 Adab Sebelum Makan Menurut Rasulullah Dalam Kitab Ihya Ulumuddin
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab, Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.”
(QS At-Taubah [9]: 65-66)

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait