Pojok PanturaPojok Pantura

Berita, Daerah, Batang,

Siap Dibuka Kembali, Perpuskab Batang Minta Izin Ke Bupati

Siap Dibuka Kembali, Perpuskab Batang Minta Izin Ke Bupati

PojokPantura.Com - Semenjak pandemi Covid-19 mewabah Indonesia hampir semua layanan perputakaan dan kearsiapan yang dimiliki pemerintah ditutup sementara untuk publik. Hal ini guna mencegah penularan virus corona tersebut.

Salah satu perpustakan yang sampai sekarang masih tutup adalah perpustakaan milik pemerintah kabupaten Batang. Diketahui perpustakan tersebut dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang.

Seiring berjalannya waktu dan program vaksinasi di kabupaten Batang sedang digalakkan, maka perpuskab Batang berencana untuk membuka layanannya kembali. Hal ini disampaikan oleh Rakhmat Nurul Fadilah selaku kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang.

Katanya, rencana tersebut sedang dalam proses perizinan. Karena ia sudah mengajukan nota dinas ke bupati Batang Wihaji.

"Kami sudah mengajukan nota dinas ke pak Bupati terkait rencana pembukaan layanan perpustakaan," katanya.

Rakhmat juga menjelaskan bahwa nantinya ketika sudah dibuka, untuk awalan layanan perpustakan belum bisa dinimati oleh semua kalangan. Ada kriteria dan persyaratan tertentu jika hendak masuk perpustakaan.

Diketahui, untuk tahap awal hanya orang dewasa, seperti mahasiswa yang diperbolehkan mendapatkan layanan perpustakaan. Dengan syarat bisa menjaga diri dengan menerapkan protocol kesehatan berupa 4M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan).

Ia juga menambahkan bahwa nantinya pengunjung perpustakan akan dibatasi cuma 15 orang yang tiap orang dikasih waktu dua jam.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan, Linda Hapsari juga menyampaikan siap membuka layanan perpustakaan keliling seperti sebelum pandemi.

Selama setahun pandemi kemarin, Perpuskab Batang berkeliling hanya dengan men-dropping buku ke sekolah-sekolah.

Baca Juga: Bupati Batang Beri Ruang UMKM Untuk Supporting Kebutuhan di KIT Batang

"Kami dropping 50 buku, lalu pihak sekolah yang meminjamkan pada anak. Tiap sekolah kami beri waktu pinjaman dua minggu, lalh diganti buku baru," ungkapnya.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait