Pojok Pantura

Nasional,

Ketua DPD RI Sebut Jumlah Orang Kaya di Indonesia Meningkat Selama Pandemi

PojokPantura.Com - Covid-19 sudah hampir 1,5 tahun mewabah dunia, termasuk Indonesia. Bahkan akhir-akhir ini angka kasus positif Covid-19 di Indonesia melonjak di banyak daerah di Jawa dan Bali. Banyak orang yang merasa kesusahan di tengah pandemic yang memukul hampir semua sector kehidupan.

Oleh karenanya, Pemerintah pusat memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat mulai tanggal 3 Juli- 20 Juli 2021 besok. Hal ini bertujuan untuk menekan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia. Di sisi lain, masyarakat (khususnya menengah ke bawah) merasa kebijakan yang sudah berjalan 2 minggu ini malah menambah menyusahkan rakyat.

Menanggapi sulitnya aktivitas dan terpuruknya ekonomi masyarakat menengah ke bawah, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), La Nyalla Mattalitti mengajak orang-orang kaya peduli kepada orang miskin dan yang terdampak Covid-19.

Ia mengajak kebaikan tersebut, karena ia mengetahui jurang pemisah antara orang kaya dengan orang miskin semakin lebar di saat pandemic. Apalagi ini ditambah kebijakan PPKM.

"Pemberlakuan PPKM Darurat menuai kontradiksi di tengah-tengah masyarakat. Situasi yang membuat semakin lebarnya kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin," katanya.

Ia dasarkan pernyataannya tersebut dari data-data yang dikeluarkan oleh Forbes, Credit Suisse, dan Financial Times. Dalam data-data itu mengungkap bahwa orang-orang kaya di Indonesia dan beberapa negara semakin kaya.

"Majalah Forbes, juga Credit Suisse dan Financial Times menyebut bahwa jumlah orang Indonesia yang memiliki kekayaan lebih dari 1 juta US Dollar, atau jika dikonversikan menjadi Rp14,49 miliar, sekitar 172.000 orang. Atau, bertambah sebanyak 62,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy)," ungkapnya.

Sementara jumlah orang Indonesia yang sangat kaya, dengan kekayaan lebih dari 100 juta dollar AS di tahun 2020, mencapai 417 orang atau naik 22,29 persen dari tahun sebelumnya.

Jumlah kekayaan tersebut diketahui naik drastis selama pandemi Covid-19 hingga mencapai lebih dari 50 persen. Orang-orang yang tergolong dalam hal ini ialah bos Djarum Budi Hartono dan Michael Hartono, Prajogo Pangestu, Sri Prakash Lohia, Chairul Tanjung, dan lainnya.

Selain memaparkan data orang kaya yang semakin kaya, Senator kelahiran Jakarta itu juga mengatakan merujuk data dari Badan Pusat Statistik (BPS) orang Indonesia yang miskin bertambah miskin selama pandemic.

Baca Juga: Menag Resmikan Program Pascasarjana S-2 Ma’had Aly Lirboyo

"Kondisi ini berbanding terbalik dengan jeritan orang miskin yang kesulitan mencari makan pada masa pandemi, tak terkecuali masa PPKM darurat ini. Hal ini bisa dilihat dari data BPS yang menyebutkan sejak September 2020 penduduk miskin mencapai 27,55 juta orang, atau meningkat 1,12 juta," jelasnya.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait