Pojok PanturaPojok Pantura

10 Pesan Untuk Mempelai Pria yang Akan Melangsungkan Pernikahan

 10 Pesan Untuk Mempelai Pria yang Akan Melangsungkan Pernikahan | ketika kau sanggup menjaga dia dan tali pernikahan, maka kebaikan dan pahala akan serta merta mengiringi setiap langkahmu dan istrimu | Pojok Pantura

Selain bulan Syawal dan Dzulhijjah, ada satu bulan lagi yang menjadi favorit pasangan pria-perempuan untuk melangsungkan pernikahan. Bulan itu adalah bulan Rabiul Awal, yang lebih dikenal dengan bulan Maulud. Bulan dinama sosok manusia agung bernama Muhammad dilahirkan ke dunia membawa risalah Islam supaya seluruh alam mendapatkan rahmat dan keselamatan.

Terlepas dari apapun bulan yang ditetapkan, pernikahan memanglah ibadah yang disyariatkan kepada nabi SAW dan umatnya. Sebab, Allah sudah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan untuk kemudian menikah, saling mengasihi dan menyayangi dan mendapatkan kedamaian, dan ketenangan, yang itu semua disebut sakinnah mawaddah wa arrahmah.

Tanda kemuliaan Allah di atas, harus diteguhkan hanya lewat pernikahan, yang oleh Allah disebut dalam al-Qur’an sebagai Mitsaqon Gholidzon (perjanjian Agung). Karena menikah itu ibadah yang bertujuan untuk menjaga ‘afaf atau kehormatan diri. Mengingat pasangan pria-perempuan tanpa dilandasi dengan akad nikah, maka mereka berpotensi akan jatuh ke dalam jurang kemaksiatan.

Pernikahan sendiri merupakan separuh agama. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa menikah, sungguh ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada separuh lain yang tersisa” (HR. Baihaqi dengan sanad hasan lighayrihi). Istri yang shalihah adalah anugerah indah dari Allah sebagai separuh agama bagi suaminya, maka ia menyempurnakan separuh lainnya dengan takwa kepada Allah. (HR. Thabrani)

Bagi mempelai pria yang akan menjadi suami dari perempuan idaman hatinya, ketahuilah bahwa kau saat akad ijab dan qabul pernikahan, itu kau meminta anak perempuan dari seorang bapak yang sudah membesarkannya dengan susah payah. Mendidiknya dengan teguh dan penuh tanggungjawab. Oleh karenanya mintalah dengan baik kerelaannya melepas anak perempuannya, disertai dengan akhlakul karimah.

Setelahnya pun demikian, kau harus pergauli dan didik istrimu dengan sangat baik seperti halnya orang tuanya mendidik dia sampai dengan kau meminta darinya. Pernikahan sesungguhnya orang tua mempelai perempuan menyerahkan seluruh apa yang ada pada anaknya kepada engkau mempelai pria. Dan kau menerimanya dengan segala apa yang ada pada diri istrimu. Kebaikan yang ada padanya harus dirawat dan keburukan yang ada padanya, kau harus perlahan membimbingnya untuk menghilangkannya.

Dahulu, dosa yang dilakukan istri ditanggung juga oleh orang tuanya. Sekarang, setelah akad nikah, dosa istrimu sudah menjadi tanggunganmu. Begitu juga kebaikan dan pahala yang mengiringi perjalanannya. Memang terlihat berat jika kau tak sanggup menjaga dia dan tali pernikahan yang kau rajut itu. Namun ketika kau sanggup menjaga dia dan tali pernikahan, maka kebaikan dan pahala akan serta merta mengiringi setiap langkahmu dan istrimu. Lebih dari itu, saya juga ingin berpesan 10 hal pada kau yang jadi mempelai laki-laki di saat pernikahanmu ini.

Baca Juga: 10 Pesan Untuk Mempelai Perempuan yang Akan Melangsungkan Pernikahan
  1. Pergaulilah istrimu atas dasar takwa kepada Allah dengan dibarengi ketulusan cinta dan kehangatan kasih. Bagaimanapun Sebaik-baik perbekalan adalah takwa kepada Allah. Rumah tangga yang dibingkai dengan takwa, maka setiap tepiannya dihiasi simpul manis ‘iffah kesederhanaan dan balutan sifat qana’ah (merasa cukup). Di tambah lagi jika keduanya dipadupandankan dengan syukur dan sabra. Niscaya semua itu lebih bernilai dari pada dunia dan seisinya.
  2. Bersemangatlah menuntut ilmu agama Islam walau sudah menikah. Sebab dengan ilmu itulah kita akan meraih pelita hidup dan petunjuk yang lurus. Seperti jalan orang-orang yang Allah ridlai. Dengan mengaji ilmu agama terus menerus, otomatis apa yang kau dapat pasti bermanfaat buat seisi keluargamu. Dan jangan lupa untuk mengajak istri dan anakmu untuk mengikuti kajian Islam yang ustadznya bersanad ilmunya terus sampai ke nabi SAW.
  3. Ungkapkanlah perasaan cinta kepada istrimu tanpa pernah bosan. Karena dengan itu, akan terajut benang kasih nan tulus di antara kalian berdua sepanjang hayat. Sungguh, setiap istri adalah pakaian bagi suaminya dan begitu pula sebaliknya, suami adalah pakaian bagi istrinya.
  4. Siapapun perempuannya, pasti mengharapkan untuk dapat bersanding dengan pendamping hidup yang tegas namun tidak kasar atau keras. Apalagi ditambah sifatnya yang penuh kasih sayang dan kesahajaan. Hal tersebut akan membuatnya betah dan nyaman semuanya, termasuk anak-anaknya.
  5. Istrimu juga mengharapkan sebagaimana yang engkau harapkan darinya, yakni tutur kata yang baik dan santun, bersih, rapi, bijaksana bersikap dan tenang dalam menghadapi berbagai kondisi. Bukan dengan sikap emosionalnya, ancaman atau tekanan yang dapat menggersangkan hati.
  6. Nafkahilah istrimu dan anak-anakmu dengan uang dari usaha yang halal. Walau sedikit tapi itu membawa berkah buat keluargamu. Jangan sampai engkau tak memperhatikan hal ini. Sebab, setiap rupiah nafkah suami itu akan masuk ke dalam tubuh mereka. Jika itu terjadi berarti engkau mengotori tubuh dan jiwa mereka dari perkara haram. Padahal Allah tak menyukai hamba-hambanya yang didalam dirinya terdapat perkara haram.
  7. Setiap istri tak kuasa berpisah dari suami tercinta dan anak-anaknya. Namun, ia pun tidak boleh mengabaikan baktinya kepada kedua orang tua dan kerabatnya. Bimbinglah istrimu untuk dapat menempatkan semua itu tepat di tempatnya. Mengabdi bagi suami dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Seluruhnya, dalam rangka menghambakan diri dalam tuntunan syariat Allah.
  8. Allah menciptakan setiap wanita dari tulang rusuk. Inilah rahasia besar di balik kecantikan dan kelembutannya. Hal ini bukanlah aibnya. Inilah ketetapan yang telah Allah gariskan. Jikalau engkau meluruskan kebengkokan itu, maka engkau akan mematahkannya. Dan bilamana engkau membiarkannya, maka ia akan selalu dalam kondisi bengkok. Nabi berpesan agar suami senantiasa membimbing dan berwasiat kebaikan kepada istrinya.
  9. Janganlah suatu saat engkau membenci istrimu cuma karena sebuah kekurangannya, maka saat itu juga kau harus lihat sisi lain yang indah menawan dalam dirinya. Niscaya engkau akan ridha kepadanya. Yakinlah, kesempurnaan mutlak hanyalah milik Allah Rabbul `Alamin.
  10. Peliharalah istri dan anak keturunan, jagalah mereka dari ancaman adzab Allah dan siksa neraka. Sesunggunya setiap kepala keluarga akan diminta petanggung jawaban kepemimpinan dan pemeliharaannya di tengah keluarganya. Itulah sesungguhnya perintah Allah yang tak bisa kau abaikan.

Berbagi Itu Peduli