Pojok Pantura

Pemalang,

LBH Ansor & LPBH NU Pemalang Dampingi Anggotanya yang Mengalami Pengroyokan

PojokPantura.Com, Pemalang - Terjadi peristiwa pengeroyokan yang di alami oleh salah seorang anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pemalang bernama Mufidi. Ia dikeroyok oleh puluhan orang dengan membawa senjata tajam dan benda tumpul.

Peristiwa itu secara tiba-tiba dialami oleh Mufidi dengan 5 orang temannya pada Rabu (28/10) pukul 09.00 WIB di sebuah lahan di desa Nyamplungsari kecamatan Petarukan kabupaten Pemalang.

Mengenai hal ini, korban didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor dan Lembaga Penyuluh dan Bantuan Hukum Nahdatul Ulama (LPBH NU) Kabupaten Pemalang untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan ini.

Agus Toni selaku ketua LBH Ansor mengungkapkan kronologinya ketika itu, korban beserta beberapa temannya sedang membersihkan sebuah lahan pada pagi hari itu.

"Kejadian penganiayaan pada hari Rabu (28/10/2020) sekitar pukul 09.00. Saat itu, korban Mufidi dan saksi lainnya sedang membersihkan lahan di Desa Nyamplungsari. Tiba-tiba dikeroyok kurang lebih 30 orang dengan membawa senjata tajam dan benda tumpul lainnya", ungkapnya.

Pengurus LBH Ansor dan LPBH NU Pemalang sedang melakukan Konferensi Pers di gedung NU Pemalang, Jum'at (30/10/2020)

Menurut Toni, yang juga merupakan ketua PAC GP Ansor Kec. Randudongkal itu, pasca insiden, korban mengalami luka robek di kepala bagian belakang dan luka memar di beberapa bagian tubuh. Hingga hari ini korban masih di rawat di rumah sakit.

"Sampai sekarang korban masih di rawat, kondisinya membaik namun belum bisa aktivitas", katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris LPBH NU Pemalang, Helmi N. Nugroho mendesak agar polisi bisa dengan segera mengusut tuntas kasus pengeroyokan ini. Karena kata dia, insiden ini pasti ada otak yang memerintah atau aktor intelektual yang menggerakkan segerombolan pelaku tersebut.

Berita Terkait Sebelumnya: GP Ansor Bantarbolang Gelar Laga Persahabatan Sepakbola Melawan GP Ansor Randudongkal (Pemalang)

“Kejar aktor-aktor intelektual yang diduga terlibat dalam perkara itu. Kami minta polisi bekerja professional”, desaknya.

Kapolres Pemalang AKBP Ronny Triprasetyo Nugroho menjelaskan bahwa pihaknya setelah mendapat laporan kasus ini, langsung bergerak dengan mengamankan 4 orang yang diduga terlibat untuk dimintai keterangan dan untuk pengembangan kasusnya.

"Sudah kami tangani (kasus pengeroyokan). Saat ini sudah empat orang yang ditahan. Kita masih kembangkan kasus ini”, katanya.

Berbagi Itu Peduli

Tulisan Terkait