Pojok PanturaPojok Pantura

Berita, Daerah, Pekalongan,

Pasca Burung Merpatinya Dibeli 1,5 M, Joned Mengaku Masih Kepikiran Sampai Tak Bisa Tidur

 Pasca Burung Merpatinya Dibeli 1,5 M, Joned Mengaku Masih Kepikiran Sampai Tak Bisa Tidur | Satu malam saya tidak bisa tidur mas, karena saking sayangnya dengan burung itu, prestasinya burung itu luar biasa | Pojok Pantura

Beberapa hari kemarin, dunia maya dihebohkan dengan postingan di Instagram yang memperlihatkan proses jual beli burung merpati milik salah seorang warga Wonopringgo, kabupaten Pekalongan dengan harga deal 1,5 M.

Sebelumnya diketahui, Akun Instagram @beritapekalongan1 memposting dua foto 6 hari yang lalu dan diberikan caption “Merpati Jaguar sejodo milik warga Wonopringgo team kenwood laku dibeli orang dengan harga Rp 1,5 Milyar... Woow... Mantepp”.

Hingga hari ini postingan tersebut sudah mendapatkan like sebanyak 1.759 like, 116 komentar dan sudah banyak yang membagikannya di facebook dan Instagram.

Pemilik burung merpati sebelum dijual, Joned (37) mengaku sudah 20 tahun hobi memelihara sampai menerbangkan burung merpati. Makanya banyak burung merpatinya yang menjadi juara. Terutama burung merpati yang sudah ia lepas dengan mahar 1.5 M yang diberi nama jaguar tersebut.

Dirinya juga punya alasan kenapa burungnya dihargai mahal. Itu sebab burung merpati yang sudah ia rawat beberapa tahun belakangan sudah banyak memperoleh puluhan juara perlombaan. Hal ini memang buntut kerja keras, ketekunan.

"Awalnya burung itu (Jaguar) sering juara ketika dilombakan. Puluhan piala sudah didapatkan, umur burung tersebut sekitar 5 tahun dan sudah tua di kandangnya. Bagaimana melatih mental merpati dan menjaga nutrisi. Saya latih sendiri, ternakan sendiri, saya ikutkan lomba sendiri. Namun semua itu proses yang membawa saya bisa sampai di sini", Ungkapnya.

Ia meyakini bahwa semua burung merpati juara itu berawal dari keseriusan dalam perawatan dan pelatihannya. Kemudian Joned juga mengkisahkan proses awal jual beli burung merpati bernama jaguarnya itu kepada orang asal Jakarta. Pertama kali orang Jakarta itu menawar ‘Jaguar’ sebesar 600 juta. Namun ia langsung tolak.

"Terus beberapa hari yang lalu datang lagi nawar Rp 1 M belum tak kasih juga, setelah itu menghubungi saya nanya pas nya berapa aku jawab Rp 1,5 M dan itu langsung deal.Akhirnya, pembeli itu langsung datang ke sini dan burung langsung diboyong bos dari Jakarta yang namanya om ping ping", katanya.

Rencananya, uang sebesar 1.5 M yang saat proses jual beli itu tak menghitungnya sebab percaya kepada pembelinya tersebut mau diperuntukkan membangun rumah. Om ping-ping oleh Joned sudah dianggap sebagai teman karena hobi dan pemain burung juga.

"Karena saya sedang bangun rumah, uang tersebut akan digunakan untuk membangun rumah", ungkapnya.

Ketika ditanya perasaanya pasca burung merpatinya resmi diboyong ke Jakarta, ia menjawab dengan nada sedih. Karena ia mengaku belum bisa melupakan dan begitu sayang. Sampai malamnya Joned mengaku tak bisa tidur memikirkan burung merpatinya.

"Satu malam saya tidak bisa tidur mas, karena saking sayangnya dengan burung itu, prestasinya burung itu luar biasa", ucapnya.

Ia lalu membuka tips-nya untuk para player burung merpati melombakan burung merpatinya. Jangan sampai tak ada persiapan dan asal-asalnya.

Baca Juga: Warung di Kab. Pekalongan Ini Gratiskan Makan Siang 3 Kali Seminggu

"Kalau sudah jadi player dan siap lomba, ya dia ikut lomba. Tinggal mampu kualitasnya burung untuk ikut event nasional. Lama untuk membentuk mental dan kualitas burung merpati, minimal satu tahun," pungkasnya.

Berbagi Itu Peduli